• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Potensi Timah di Laut Beltim Lebih dari Rp100 Triliun

Jumat, 12 Oktober 2018 | 13:57 WIB
ilustrasi, foto: Net

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Tarik ulur terkait sub zonasi tambang laut di wilayah 0-2 mil ke dalam draf Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bangka Belitung, belum menemukan titik temu. Kendati demikian, sebagian pihak menyayangkan jika potensi timah, khususnya di laut Belitung Timur (Beltim), diabaikan begitu saja.

’’Potensi timah di wilayah laut Beltim cukup besar. Diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 triliun,’’ ungkap  Budi Novi Ardiansyah, seorang tokoh pemuda Beltim saat dihubungi melalui hubungan telepon, beberapa waktu lalu.

Hal senada dituturkan juga oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Fery Insani saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. Menurutnya, menghilangkan potensi timah akan sangat berpengaruh besar pada pendapatan daerah.

Hanya saja, kata Fery, pihaknya berharap agar penambangan dengan cara lama segera ditinggalkan dan mulai beralih ke proses yang lebih ramah lingkungan. 

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dalam kunjungan kerjanya ke Belitung Timur pada 4 Oktober 2018. Saat itu, Susi meminta agar  uji coba penambangan laut yang ramah lingkungan segera dapat direalisasikan PT Timah. 

Lebih jauh Fery mengungkapkan, saat ini perekonomian Bangka Belitung secara umum masih ditopang oleh hasil pertambangan timah. Objek pungutan PAD secara langsung memang tidak mencantumkan sektor tambang, di darat maupun laut karena ada royalti yang dibayar ke pusat, namun berdasarkan PP No. 5 tahun 2005, daerah mendapatkan penerimaan dari dana bagi hasil Migas. ’’Terlambat saja ekspor timah, anjlok pertumbuhan ekonomi kita. Kalau timah dihilangkan, kita belum siap,’’ kata Fery.

Dari data yang dimiliki Bappeda Babel, pada 2017 penerimaan negara dari PT Timah lebih dari Rp545 miliar, dan kontribusi langsung ke masyarakat lebih dari Rp12 miliar. Sementara, data dari PT Timah menyebutkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Bangka Belitung meliputi area seluas 473.401 Ha, di mana 139.662 Ha atau 29 persennya berada di laut Bangka Belitung. Luas ini adalah 2 persen dari total luas laut Bangka Belitung yang ditetapkan dalam RZWP3K (0-12 Mil).

Potensi sumberdaya timah yang dimiliki 51persennya berada di IUP Laut Bangka Belitung. Dari jumlah tersebut 90 persennya berada di bawah 2 mil. Nilai potensi sumberdaya timah yang dimiliki (termasuk cadangan) sebesar Rp194 Triliun dan 51persennya atau senilai Rp99 triliun berada di Laut Bangka Belitung. Dari data-data tersebut, terlihat jelas bahwa timah masih menjadi  ’’urat nadi’’ perekonomian Babel. Fery menyepakati jika transformasi perekonomian Babel pasca timah harus disiapkan.  

loading...
loading...


Penulis  : Septi. A
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com