• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Banyak Penambang Berlindung Dibelakang Oknum Tertentu

Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:26 WIB
Satpol PP saat menertibkan penambangan liar. Foto : Ist

Klikbabel.com, Sungailiat - Melenggangnya para penambang dalam melakukan setiap aktivitas penambangan disinyalir berlindung dibelakang oknum tertentu. Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka Achmad Suherman.

Klik Juga : Bos IMF Ingatkan Bahaya Utang

Menurut Suherman, kedepan tidak ada lagi oknum-oknum yang mempunyai kekuatan tertentu membiarkan dan memberikan peluang kepada para penambang ilegal tersebut. ''Kita berharap kepada oknum yang mempunyai kekuatan tertentu, agar jangan memberikan peluang kepada para penambang. Karena lagi-lagi dampak yang akan ditimbulkan dari penambangan timah secara ilegal itu dapat merusak lingkungan. Kasihan anak cucu kita," kata dia.

Menurut dia, sangat disayangkan terjadinya hal tersebut, karena menurutnya aktivitas tambang terutama yang dilakukan secara ilegal dapat berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Banyak lingkungan yang mengalami kerusakan pasca tambang tersebut seperti terbentuknya lubang-lubang (kolong) yang merambah hutan hutan di Kabupaten Bangka. "Hal itu akan sangat disayangkan ada lokasi lokasi tambang yang sudah tidak menghasilkan timah lagi, sekarang dibiarkan begitu saja. Seharusnya masyarakat kita harus berpikir lagi untuk melakukan aktivitas tambang tersebut, kan sayang lingkungan kita jadi rusak," jelasnya.

Selain itu, dikatakan Suherman, dirinya juga sangat menyayangkan banyaknya para penambang yang sudah berani melakukan aktivitasnya di fasilitas-fasilitas umum seperti di pinggir jalan, sungai-sungai dan hutan-hutan yang ada di Kabupaten Bangka. "Satpol PP Kabupaten Bangka tetap melakukan pengawasan ataupun penindakan secara langsung bagi pihak yang melakukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah kabupaten Bangka. Kita biasanya langsung kasih tindakan pemberhentian. Itu kan sayang lingkungan kita jadi rusak. Kasihan nantinya mungkin anak-anak kita yang akan mendapatkan dampak buruk dari aktivitas perusakan lingkungan tersebut," ucapnya.

 



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com