• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kisah Sukses Roti Bakar Eddy yang Beromset Miliaran Per Bulan

Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:39 WIB
Pendiri Roti Bakar Eddy. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Buat kamu yang tinggal di Jakarta pasti gak asing sama kedai Roti Bakar Eddy. Yup, kedai yang menyajikan menu andalan roti bakar itu memang populer di kalangan warga ibu kota, terutama anak-anak mudanya. Baru-baru ini ada kabar duka yang datang dari pendiri sekaligus pemilik usaha kuliner Roti Bakar Eddy, Eddy Supardi. Eddy tutup usia pada usia 66 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Oktober 2018.

Klik Juga : Prabowo Dikasih Kartu Kuning

Adalah sang putri, Risdianti Eddy Supardi yang menyampaikan kabar duka tersebut lewat akun Instagramnya, @risdiantiedi “Innalillahi wa inna ilahi rojiun, Selamat Jalan Bapak,” tulis Risdianti. Mungkin, banyak dari kamu yang baru tahu seperti apa sosok Eddy Supardi ketika mendengar berita kepergiannya. Selain itu, banyak pula yang belum tahu, bagaimana perjalanan Eddy membangun usaha kuliner yang ternyata sudah berdiri sejak tahun 1971.

Sekilas, mungkin ada sebagian yang beranggapan kalau mendirikan usaha seperti Roti Bakar Eddy adalah hal yang mudah. Asalkan ada modal besar, bisnis kuliner seperti itu bakal terwujud. Tapi, faktanya gak seperti itu. Eddy mendirikan usaha ini dari nol, bahkan berulang kali mengalami jatuh bangun dalam membangun dan mengembangkan usahanya itu. Kamu pasti terkejut juga kalau tahu bahwa ternyata sebelum punya usaha sebesar ini, ia hanyalah penjual koran.

Ya, semua berawal pada tahun 1966. Kala itu, Eddy baru berusia 15 tahun. Sebagai seorang pemuda yang ingin berdikari, ia berangkat ke Jakarta dari Solo, Jawa Tengah, kampung halamannya. Sama seperti jutaan pendatang lainnya, Eddy berangkat ke Ibu Kota demi mencari penghidupan yang lebih baik. Bermodal restu dari orang tua dan sedikit kenekatan, Eddy pun menginjakkan kakinya di Jakarta. Pekerjaan pertamanya adalah di sebuah warung roti bakar kaki lima. Bukan sebagai pemilik tentunya, Eddy bertugas sebagai pelayan di situ.

Selain itu, Eddy juga mencari duit dengan menjadi penjual koran. Pikiran Eddy kala itu, kerja apa saja siap dia lakoni, asal halal dan bisa buat hidup. Eddy muda terbilang disiplin dan hemat. Walaupun gaji yang ia terima sebenarnya cuma cukup buat biaya hidup aja, Eddy selalu memaksakan diri buat nabung. Ia rela hidup seadanya asalkan bisa nabung. Ia pengin, suatu saat tabungannya bisa buat modal usaha.

Klik Juga : Kosmetik Korea Paling Diincar Perempuan Indonesia

Dan benar saja, setelah uangnya cukup terkumpul, ia membuka usaha kuliner pertamanya, yakni lontong sayur dan bubur ayam. Lokasinya gak jauh dari salah satu kedai Roti Bakar Eddy sekarang: Universitas Al-Azhar Indonesia yang ada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Eddy melihat, ketika itu belum ada yang berjualan roti bakar di kawasan Universitas Al-Azhar. Ia pun lantas memutuskan buat berjualan roti bakar. Eddy cukup yakin ia mampu menjalankan usahanya itu lantaran memang pernah bekerja di kedai roti bakar saat pertama kali tiba di Jakarta.

Ternyata gak beda jauh, penghasilan Eddy dari roti bakar kurang lebih sama dengan ketika ia jualan lontong sayur dan bubur ayam. Namun, karena sifat hemat masih terus ia miliki, ia bisa menabung dan menggendutkan pundi-pundi rupiahnya. Sejak saat itulah, usahanya mulai dikenal dengan sebutan “Roti Bakar Eddy”. Konsistensi Eddy dalam mempertahankan rasa dan kualitas roti bakarnya mengantarkan usaha kuliner ini pada kesuksesan. Hingga kini, kedai Roti Bakar Eddy selalu ramai oleh pengunjung.

Kini, sudah ada sembilan gerai Roti Bakar Eddy yang berdiri di sejumlah lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Eddy pun menyerahkan pengelolaan gerai-gerai tersebut kepada putra dan putrinya. Gerai Roti Bakar Eddy di Blok M, Ciputat, Senayan, dan Mampang dikelola oleh Ari, anak ke-4 Eddy. Sementara itu, gerai yang dibangun di Depok, Cibubur dan Pondok Gede dipegang oleh putri Eddy, Risdianti.

Omzet satu cabang Roti Bakar Eddy diperkirakan mencapai miliaran rupiah dalam satu bulannya. Jika ditotal, omzet seluruh cabang usaha kuliner ini udah tembus triliunan rupiah. Demikianlah kisah sukses Eddy Supardi dalam mendirikan dan membesarkan usaha Roti Bakar Eddy. Hanyalah ketekunan, kedisiplinan, dan kejelian dalam mengelola keuangan yang membuat Eddy mampu mengubah nasibnya, dari seorang pendatang dari Solo yang tak punya apa-apa, hingga menjadi pengusaha kuliner yang populer di kalangan anak muda.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com