• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Jangan Sembarang Minum Minuman Energi

Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:37 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Bicara minuman energi, jika dikonsumsi berlebihan ternyata bisa menyebabkan kecanduan dan memiliki efek buruk bagi kesehatan. Minuman berenergi selama ini kerap dikonsumsi untuk menambah energi bagi mereka para pekerja berat di lapangan. Sayangnya, rasanya yang enak kerap juga dikonsumsi anak-anak muda, yang tidak memiliki aktivitas yang berat.

Klik Juga : Aktivits Ratna Babak Belur Dipukuli

Belakangan, penelitian menunjukkan bahwa minuman ini memiliki efek negatif pada sebagian anak muda yang berusia di bawah 16 tahun. Peneliti dari Unibersity of Waterloo di Ontario, Kanada, menyebutkan bahwa konsumsi minuman berenergi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat hingga memicu kejang pada 55 persen anak berusia 12 sampai 24 tahun.

Setelah melakukan penelitian terhadap 2055 anak muda, peneliti mengatakan bahwa minuman berenergi ini berpotensi menjadi lebih berbahaya dibandingkan minuman berkafein lainnya karena frekuensi mereka mengonsumsinya. Hampir seperempat anak muda yang diteliti (24.7 persen) mengatakan, mereka mengalami detak jantung yang cepat, 24.1 persen mengatakan susah tidur, 18.3 persen mengeluh sakit kepala, 5.1 persen menderita mual, 3.6 persen sakit dada dan 0.2 persen menderita kejang usai mengonsumsi minuman berenergi.

Beberapa ahli menyatakan minuman berenergi itu berbahaya, utamanya karena kandungan kafein dan gula yang tinggi, "Minuman dengan kandungan kafein yang sangat tinggi berpotensi mengganggu kesehatan," kata Roland Griffiths, profesor ahli saraf dari Johns Hopkins University School of Medicine, seperti dikutip situs webmd.

Kadar kafein dalam minuman energi beragam, yakni antara 70 dan 200 miligram setiap 16 ons penyajiannya. Sebagai perbandingan, secangkir kopi 8 ons mengandung 40-150 mg kafein, tergantung bagaimana kopi itu diseduh. "Jumlah kafein dalam minuman energi lebih tinggi tiga kali ketimbang minuman berkafein lainnya, seperti kopi atau soda," ungkap Peneliti dari Universitas Bonn, Jerman, Jonas Dorner.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com