• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Yuk ke Kurau, Ada Bunker Jepang Perang Dunia II Loh!

Jumat, 28 September 2018 | 13:40 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat melihat bunker peninggalan Jepang. Foto : Ist

Klikbabel.com, Koba - Bangka Belitung memang tak terlepas dari barang peninggalan sejarah. Salah satunya yakni, peninggalan bunker tentara Jepang saat Perang Dunia II. Bunker seluas 16 meter ini terbuat dari semen tebal yang berada di kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Kurau, Bangka Tengah. Selain itu, bunker serupa juga terdapat muara sungai dan di perkampungan yang tak jauh dari lokasi wisata ini.

Menurut tokoh pemuda dan pengelola kawasan tersebut, Rojali (38)  ide membuka objek wisata ini berasal dari kades dan para pemuda setempat. Mereka juga ingin masyarakat mencintai sekaligus terlibat dalam upaya melestarikan kelestarian alam, khususnya hutan mangrove yang ada. “Karena ide ini berasal dari masyarakat sendiri, maka masyarakat dan pemerintah desa melakukan gotong royong secara bertahap untuk membangun kawasan wisata ini,” papar Rojali, Jumat (28/9/2018).

Klik Juga : Jelang 8 Besar, U-16 Akan Dibenahi

Ke depan Rojali berharap agar lokasi wisata ini mendapat suport dari pemerintah daerah. “Kami berharap dengan adanya suport dari masyarakat maka objek wisata Hutan Mangrove Kurau Timur ini akan maju dan berkembang pesat atau dikenal luas oleh masyarakat hingga ke luar negeri atau mendunia,” harap Rojali.

Lebih jauh Rojali menjelaskan, luas kawasan wisata mangrove ini sekitar 144 hektar dengan jenis tumbuhan yang ada seperti bakau, perpat, dan nipah. Sedangkan jenis satwa atau hewan yang ada antara lain monyet ekor panjang dan monyet biasa, mentilin serta berbagai jenis burung. Sedangkan di sungai, terdapat beragam jenis ikan dan satwa sungai lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Babel, Marwan menyatakan pihaknya sangat mendukung adanya upaya menjaga kelestarian hutan mangrove melalui gerakan masyarakat yang menjadikan kawasan itu menjadi lokasi wisata hutan mangrove. “Sehingga pengawasan pun dapat dilakukan lebih mudah karena selalu dijaga oleh masyarakat dan pihak pengeloa,” ujar Marwan.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com