• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Konsep Geopark Jangan Diserahkan ke Disbudpar Saja

Kamis, 27 September 2018 | 09:57 WIB
Salah satu destinasi pariwisata di Belitung. Foto : net

Klikbabel.com, Manggar - Proses Geopark Pulau Belitung untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) membutuhkan persiapan yang matang. Terlebih, dibutuhkan peran serta semua untuk hal ini. Mulai dari kepala daerah, OPD sampai masyarakat. Ketua Jaringan Geopark Indonesia Budi Martono mengatakan, masih banyak yang harus disiapkan dari geopark nasional menjadi UNESCO. Ini peluang untuk saling belajar.

Klik Juga : Dunkin Donuts Ubah Nama Demi Persaingan Bisnis

"Konsep Geopark jangan hanya diserahkan ke Disbudpar saja karena semua sektor punya kewajiban masuk dalam Geopark. Misalnya saya lihat masih belum banyak dikembangkan potensi laut dan ikan atau homestay dan souvenir, nggak mungkin Disbudpar ngurusin laut, homestay atau kerajinan. Semua butuh kekompakan,” ujar Budi yang juga General Manager Gunung Sewu Unesco Global Geopark di Kantor Desa Limbongan, Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Rabu (26/9/2018) kemarin.  

Menurut dia, banyak potensi dan peluang yang dapat digali dan dikembangkan di kawasan geosite untuk memajukan pariwisata di Desa Limbongan. Ibu-ibu, karang taruna dan pokdarwis sangat berperan untuk mengembangkannya. Salah satu penilaian UGG, ungkap Budi, adalah peran ibu-ibu dalam mengembangkan ekomoni kreatif. “Banyak peluang yang dapat dikembangkan di Desa Limbongan. Berdayakan peran ibu-ibu, karang taruna atau pokdarwis karena UNESCO punya fokus salah satunya peran ibu-ibu. Semua itu butuh kerjasama dan komitmen kepala daerah, OPD dan masyarakat,” ungkap Budi.

Peranciscus Marbun selaku PPK yang juga kasi Kelembagaan dan Kepariwisataan Disbudpar Beltim mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan untuk mengenal potensi objek wisata yang ada di Desa Limbongan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi geopark.  “Kegiatan ini lebih pada peningkatan SDM pariwisata untuk mengenal potensi objek wisata yang ada di desa mereka sekaligus  memberikan informasi mengenai potensi apa saja yang bisa dikembangkan,” ujar Peranciscus. Peranciscus mengatakan pelatihan ini dilaksanakan di lima desa di Beltim yang memiliki geosite geopark yakni  Desa Senyubuk, Desa Limbongan, Desa Burong Mandi, Desa Lintang dan Desa Cendil.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com/rilis