• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


DPRD Babel Akan Serap Aspirasi Nelayan

Rabu, 26 September 2018 | 13:36 WIB
Mahasiswa saat berdialog dengan DPRD Babel. Foto : Ist

Klikbabel.com, Pangkalpinang - DPRD Bangka Belitung akan menyerap aspirasi masyarakat nelayan menyikapi Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–Pulau Kecil (RZWP3K). Menurut Didit, penyelesaian masalahnya hanya dengan Perda RZWP3K. Bila perda ini tak selesai, maka konflik tambang dengan nelayan akan berjalan terus. DPRD kata Didit sudah menyampaikan surat ke Gubernur Babel agar segera menyampaikan Raperda tersebut. Akan tetapi, sampai saat ini belum juga disampaikan.

"Kita sudah surati gubernur sampai dua kali, tapi sampai saat ini belum ada juga perda RZWP3K. Kami tidak mau kalau bulan depan cuma diserahkan rangkumannya saja, kami mau lengkap. Kami juga akan turun langsung ke lapangan menyerap aspirasi masyarakat nelayan seperti apa," kata Didit. Wakil Ketua DPRD Babel Hendra Apollo mengatakan, dalam pertemuan dengan pihak kementrian terkait zonasi di Bangka Belitung sudah disampaikan secara garis besar saja. Dari pihak kementrian disampaikan hanya Pulau Belitung saja yang tidak ada lagi tambang dalam RZWP3K. "Masyarakat Belitung kompak, mereka menolak tambang lautnya. Mereka ingin konsen dengan pariwisatanya. Berbeda dengan di Pulau Bangka, beberapa titik masih ada zonasi tambangnya," ujar Hendra Apollo.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Babel Dedy Yulianto menilai persoalan zonasi memiliki tingat urgensi yang sangat besar. Sehingga Perda Zonasi dianggap mendesak untuk mengakomodir sejumlah kepentingan pertambangan, perikanan dan pariwisata. "Kita ingin bagaimana nelayan terakomodir tidak terganggu, pariwisata terakomodir, namun pertambangan karena pemerintah telah mengeluarkan izinnya tetap diakomodir. Berbarengan," kata Dedy. Pemerintah daerah kata dia, yang nantinya menyampaikan RZWP3K dapat menghasilan keputusan yang bijak.c"Bagaimana semua bisa berjalan, pariwisata tumbuh, pariwisata tetap bisa berjalan, kita harus secara bijak. Kita harus memdiasi perusahaan (tambang) yang punya izin, jangan sampai iklim investasi bermasalah di kemudian hari," katanya.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com