• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Defisit Neraca Perdagangan Dipertanyakan Jokowi

Senin, 17 September 2018 | 14:21 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri dan kepala lembaga negara di bidang perekonomian ke Istana Kepresidenan, Jakarta untuk membahas persoalan defisit neraca perdagangan. Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Klik Juga : Susu dan Garam Jadi Penyebab Impor Bengkak

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD1,02 miliar pada Agustus 2018. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa pihaknya telah mereview persoalan apa saja yang menyebabkan defisitnya neraca perdagangan tersebut. "Me-review-nya apa yang jalan, dan apa yang tidak jalan. Kemudian apa saja yang harus kita pertimbangkan untuk dipersiapkan dan sebagainya," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Menurut Darmin, masih tingginya defisit neraca perdagangan Indonesia lantaran masih tingginya impor di sektor migas. Meski demikian, dia menilai, neraca perdagangan telah mengalami penurunan dari USD2,02 miliar pada Juli menjadi USD1,02 miliar pada Agustus. "Sebenarnya non migasnya sudah lumayan baik, tapi migasnya lumayan besar. Sehingga defisit dari migasnya lebih besar," ujarnya. 

Darmin masih enggan memprediksi berapa neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mendatang. Apalagi, lanjut dia, kebijakan penggunaan bahan bakar biodesel 20 persen (B20) belum dapat dihitung lantaran baru diterapkan pada Agustus lalu. "Artinya, kebijakan-kebijakan kita pada dasarnya baru akan kelihatan hasilnya bulan September. Jadi pada September, yang akan diumumkan pertengahan Oktober," tandasnya.

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : okezone.com