Klikbabel.com


Gubernur Juga Tak Tahu Kapan Harga Lada Akan Naik

Sabtu, 15 September 2018 | 11:28 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Penagan - Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengaku tidak mengetahui kapan harga lada akan naik. Meski begitu, orang nomor satu di Babel ini meminta para petani untuk tidak menjualnya terlebih dahulu.

"Kita tidak tahu kapan harga lada naik. Namun petani bisa menjual lada menunggu harga naik, jika memanfaatkan program resi gudang," saran Gubernur Erzaldi. Sekarang semua komoditi kata Erzaldi mengalami penurunan harga, ini dikarenakan siklus perang dagang.

Gubernur Erzaldi menjelaskan, pemasaran komoditas lada Indonesia harus menghadapi komoditas lada dari Vietnam. Selain itu, Kamboja juga menjadi pesaing bagi komoditas lada Indonesia. Dulu, Kamboja hanya menguasai pasar sekitar sepuluh persen.

Namun sekarang ini, komoditas lada asal Kamboja sudah menguasai sekitar 20 persen. Sementara komoditas lada Indonesia, dari dulu hingga sekarang masih bertahan diangka 26 persen. Artinya tidak terjadi kenaikan penguasaan pasar lada. Tak hanya itu, menurut Gubernur Erzaldi, komoditas lada Bangka Belitung harus bersaing dengan lada dari Makassar, Pontianak dan wilayah Sumatera lainnya.

Lada asal Bangka Belitung wangi dan putih, namun mahal. Sementara lada dari daerah lain harganya lebih murah, kendati kualitasnya di bawah lada Bangka Belitung. "Untuk itu, jangan jual murah lada kita. Titip lada menggunakan resi gudang, lalu petani bisa mendapatkan uang senilai 75 persen dari lada yang dititipkan. Namun ada bank yang mau membayar 85 persen," kata Gubernur Erzaldi.

Pemerintah provinsi juga mencarikan solusi lain bagi petani lada. Gubernur Erzaldi menambahkan, pemerintah akan memberikan bibit gratis dan pupuk gratis. Syarat mendapatkan bibit tersebut, cukup ada kemauan petani menanam lada. Bibit yang dibagikan terbebas dari penyakit kuning.

"Jika ada kemauan, petani bisa belajar menanam lada di Pelempang. Nanti petani diajarkan bertanam, sehingga lada berusia panjang hingga tujuh tahun. Junjung yang digunakan merupakan junjung hidup, selain harga murah, junjung hidup baik bagi pertumbuhan lada," ungkapnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com