• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Misi Bos Baru Garuda, Tekan Kerugian di Bawah Rp1,4 Triliun

Kamis, 13 September 2018 | 09:37 WIB
Garuda Indonesia. (Foto : net)

Klikbabel.com,Tangerang - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memiliki manajamen baru di bawah kepimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang resmi menjabat direktur utama. Ditargetkan dalam kepemimpinannya, perseroan pada tahun 2018 bisa menekan kerugian hingga di bawah USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun kurs (Rp14.800 per USD).

Pria yang akrab dipanggil Ari Askhara ini menyatakan, pembenahan struktur biaya dan efisiensi akan dilakukan untuk memenuhi target tersebut. Pasalnya, kondisi tahun ini berat karena imbas dari pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga minyak dunia. "Bagaimana membuat channel-channel (rute-rute) baru, improve hal-hal yang sudah ada dan meneruskan hal-hal yang baik. Kemudian redefine cost structure (menata ulang struktur biaya), semua kita harus lihat satu per satu," ujarnya dalam konferensi pers di Garuda City Center, Kompleks Perkantoran Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/9/2018).

 Dia menjelaskan, pelanggan produk Garuda saat ini sangat tersegmentasi, sehingga memang diperlukan merubah struktur biaya. "Kalau variasi harga (tiket) sudah ada sekarang, tapi structure cost-nya agak beda. Mungkin branded-nya akan kita kasih Citilink atau kita buat sendiri, jadi struktur costnya yang harus lebih rendah," jelasnya.

Ari menyatakan, rute-rute baru penerbangan dikembangkan ke kota-kota di China dan Jepang. Emiten berkode saham GIAA juga menargetkan bisa mendapatkan 1-2 slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma. "Berharap regulator bisa mengizinkan untuk mendapatkan satu atau dua slot di Bandara Halim, karena kita akan bisa bersaing dengan kompetitor serta bisa lebih kompetitif," kata dia.

 Mantan Dirut PT Pelindo III (Persero) tersebut mengatakan, pihaknya masih akan mendetilkan berbagai rencana strategis perusahaan bersama jajaran direksi. "Jadi yang paling penting 2018 kita menutup loss dengan memperbaiki kebocoran yang terjadi di operasioanal. Untuk rute detail mungkin rapat setelah ini dengan direksi, kita bekerja keras karena tak punya waktu lagi," pungkasnya.

Sekedar diketahui, sepanjang semester I 2018, Garuda Indonesia membukukan pendapatan operasional USD1,9 miliar. Sementara, kerugian maskapai pada semester I 2018 sebesar USD114 juta, membaik dibandingkan dengan kerugian pada semester I 2017 yang sebesar USD283,8 juta.

loading...
loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : okezone.com