Klikbabel.com


Kebebasan Pers Mahal Harganya

Kamis, 13 September 2018 | 13:49 WIB
Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar saat menyampaikan peran pers. Foto : Hairul/klikbabel.com

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Kebebasan pers sangatlah mahal harganya. Hal ini hanya terjadi di Indonesia. "Di Thailand, Filipina kebebasan pers itu tidak terjadi. Hanya di Indonesia yang punya kebebasan pers. Untuk itu, kebebasan pers mahal harganya," kata Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar dihadapan para pemimpin redaksi media massa Bangka Belitung di Hotel Santika, Kamis (13/9/2018).

Menurut Ahmad Djauhar, di Filipina misalkan banyak jurnalis mati lantaran kebebasan pers. "Untuk itu kita harus bersyukur dengan kebebasan pers di Indonesia," tambahnya. Dia menambahkan, Thailand beberapa waktu sudah berkunjung ke Indonesia untuk bisa mempelajari kebebasan pers di Indonesia.

Disisi lain, Ahmad Djauhar juga mengingatkan beberapantugas dari pers itu sendiri yakni konsumen memerlukan wartawan yang bisa memeriksa otentisitas suatu informasi dan menerangkan apakah informasi itu masuk akal atau tidak.

"Wartawan harus mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan, pers harus meneliti kejadian tertentu diteliti dan dipantau kembali dan dapat bekerjasama dengan pelaku jurnalisme warga. Ini semua berat, kalau tidak sanggup jangan jadi wartawan," singkatnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com