• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ini Alasan BPJS Kesehatan Minta Bantuan ke Bank

Kamis, 13 September 2018 | 12:02 WIB
BPJS Kesehatan. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng perbankan untuk menalangi terlebih dahulu tagihan klaim dari fasilitas kesehatan. Cara ini dipilih karena agar tetap memberikan layanan sembari menunggu dana talangan (bailout) pemerintah.

Klik juga : Konsleting Listrik, Rumah Yusuf Ludes Terbakar

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan BPJS Kesehatan perlu cepat membayarkan tagihan klaim yang sudah terverifikasi untuk menghindari denda. Dalam aturannya BPJS Kesehatan harus membayar denda sebesar 1% per bulan jika telat memenuhi kewajibannya kepada faskes.

"Bank yang nanti memberikan pembayaran faskes terlebih dahulu setelahnya kami yang bayar kepada bank. Besarnya saya belum bisa sebutkan," ujar M. Iqbal Anas Ma'ruf kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/9/2018).

Saat ini BPJS Kesehatan sudah menggandeng beberapa bank dan dua perusahaan pembiayaan untuk memberikan talangan. Diantaranya, CIMB Niaga, Bank Mualamat, Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri, BNI, KEB Hana, Bank Permata hingga Bank Jabar Banten.

Klik Juga : Misi Bos Baru Garuda, Tekan Kerugian di Bawah Rp1,4 Triliun

Sebagai informasi, pemerintah memiliki strategi penyelamatan BPJS Kesehatan melalui bailout. Sejak berdiri pada 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan terus dirundung ketidaksesuaian antara penerimaan iuran dan pembayaran klaim.

Pada 2015, BPJS Kesehatan mengalami defisit sekitar Rp 5,85 triliun. Kemudian di 2016 sekitar Rp 7 triliun, lalu pada 2017 membesar menjadi Rp 9,75 triliun. Setiap tahun, pemerintah mengucurkan dana untuk menambal defisit tersebut.

loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Zahrul
Sumber : cnbcindonesia.com