Klikbabel.com


Harga Minyak Dunia Sentuh USD 80/Barel

Kamis, 13 September 2018 | 09:29 WIB
Ilustrasi minyak dunia. (Foto : net)

Klikbabel.com,NewYork - Minyak mentah berjangka naik pada akhir perdagangan Rabu 12 September 2018 waktu setempat dengan Brent menyentuh USD80 per barel. Hal ini setelah persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan dan sanksi-sanksi AS terhadap Iran menambah kekhawatiran atas pasokan minyak global.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah USD0,68 menjadi menetap pada USD79,74 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global ini sebelumnya sempat mencapai USD80,13 per barel, level tertinggi sejak 22 Mei. Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melompat USD1,12 menjadi ditutup di USD70,37 per barel di New York Mercantile Exchange, tertinggi dalam satu pekan terakhir.

Persediaan minyak mentah AS turun 5,3 juta barel pada pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (12/9/2018). Lebih besar daripada perkiraan para analis untuk penurunan 805.000 barel. "Saat ini, penarikan stok minyak mentah mencapai 5,3 juta barel, jauh lebih dalam dari penurunan (American Petroleum Institute) tetapi secara signifikan lebih besar dari penarikan normal sekitar satu juta barel untuk minggu khusus ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan.

 Juga mendukung harga minyak adalah kekhawatiran pasokan sekitar sanksi-sanksi AS terhadap Iran. Sejak musim semi, ketika Pemerintahan Trump mengatakan akan memberlakukan sanksi, pedagang telah berfokus pada dampak potensial terhadap pasokan global. Sanksi-sanksi akan menargetkan ekspor minyak Iran mulai November.

"Iran semakin menjadi keasyikan dari pasar minyak mentah. Dalam beberapa minggu terakhir telah melihat tekanan seperti yang diperkirakan pada aliran minyak mentah Iran yang mulai terbentuk, dengan arus keluar secara keseluruhan turun tajam," kata konsultan JBC Energy.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Rabu (12/9/2018) memperingatkan dampak sanksi-sanksi AS terhadap Iran. "Ini adalah ketidakpastian besar di pasar, bagaimana negara-negara, yang membeli hampir dua juta barel per hari (bph) minyak Iran, akan bertindak. Situasi harus diawasi dengan cermat, keputusan yang tepat harus diambil," katanya.

Novak mengatakan pasar minyak global rapuh karena risiko-risiko geopolitik dan gangguan pasokan, tetapi menambahkan negaranya dapat meningkatkan produksi jika diperlukan. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak pada 2019 dalam laporan bulanannya, dan mengatakan meningkatnya tantangan di beberapa negara berkembang dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global.



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : okezone.com