• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ilmuwan Temukan Sel Otak yang Picu Keberanian

Senin, 10 September 2018 | 14:42 WIB
Ilustrasi seseorang yang berani sedang meniti tali di atas jurang. Foto : net

Klikbabel.com - Para ilmuwan telah menemukan sel-sel dalam otak yang bisa membuat seseorang berani, demikian diungkap dalam sebuah studi yang pekan ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Sudah umum diketahui bahwa manusia memiliki tingkat keberanian berbeda dan tak semua orang berani melakukan tindakan berbahaya. Meski sudah umum, mekanisme biologi dalam otak terkait perbedaan ini masih menjadi misteri.

Klik Juga : Pembukaan Pasar : Rupiah Melemah Jadi Rp 14.820

Tapi baru-baru ini para ilmuwan dari Uppsala University, Swedia dan Federal University of Rio Grande do Norte, Brasil itu menemukan sekelompok sel dalam hippocampus yang diyakini berperan saat tindakan penuh risiko diambil dan berkaitan dengan kecemasan.

Hippocampus sendiri merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses ingatan jangka panjang dan respon emosional.

Dalam risetnya para ilmuwan menunjukkan bahwa beberapa sel syaraf yang dikenal sebagai sel-sel OLM memproduksi sebuah tipe gelombang otak ketika dirangsang.

Gelombang-gelombang ini biasanya terdeteksi atau lazim ditemukan pada binatang ketika mereka merasa aman, meski berada dalam lingkungan penuh bahaya. Misalnya, ketika sedang bersembunyi saat diburu predator.

klik juga : Awas! Indonesia Diambang Krisis 2030

Manipulasi pada sel-sel OLM ini diketahui bisa memengaruhi kecemasan dan mendorong binatang untuk mengambil risiko.

Temuan ini, seperti dilansir Newsweek, bisa berguna untuk mengobati kondisi gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada manusia. Mereka yang mengalami kondisi ini diketahui sering kali sangat takut mengambil risiko.

Kecemasan sendiri, dalam kondisi normal, sangat penting karena membantu manusia mengatasi ancaman dan melindungi diri dari bahaya. Tetapi mereka yang mengalami anxiety disorder biasanya merasakan kecemasan yang luar biasa sehingga kualitas hidup mereka menurun.

Lazimnya mereka yang menghadapi masalah ini diberikan obat antidepresi. Sayangnya obat seperti ini memiliki efek samping terhadap otak. Karenanya temuan para ilmuwan dalam studi ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan cara perawatan baru yang lebih tepat sasaran

loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Zahrul
Sumber : Suara.com