Klikbabel.com


Dolar Siap Bombardir Rupiah

Sabtu, 08 September 2018 | 09:20 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Namun, dolar AS tampaknya sudah siap membombardir lagi sejumlah mata uang negara-negara di dunia, tak terkecuali rupiah pada awal pekan depan.

Pada Jumat (7/9/2018), US$ 1 di pasar spot ditutup di level Rp 14.815/US$ yang menunjukkan rupiah menguat 0,47% meskipun sepanjang perjalanan perdagangan kurang bergigi di hadapan greenback. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab rupiah menguat.

Dari eksternal, dinamika ketidakpastian ekonomi global mereda. Sementara dari sisi domestik, pelaku pasar disebut mengapresiasi langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas melalui upaya menekan defisit transaksi berjalan.

Kebijakan tersebut adalah kewajiban penggunaan B20, serta langkah memberikan disinsentif impor melalui kenaikan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 untuk 1.147 barang konsumsi. Kedua kebijakan tersebut, dianggap menjadi faktor yang membuat rupiah menguat.

Hasilnya, meskipun pergerakan rupiah sempat tertekan pada perdagangan kemarin, namun mata uang Garuda berhasil menguat. Tercatat, aliran modal asing yang masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 200 miliar. "Alhamdulillah, ini karunia Allah bahwa rupiah stabil dan menguat. Apresiasi ke pemerintah yang telah melakukan langkah-langkah konkret menurunkan defisit transaksi berjalan," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

"Maka dari itu, saya yakini defisit transaksi berjalan akan turun. Tidak hanya tahun ini, tapi tahun depan akan turun secara signifikkan. Karena itu juga akan mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," katanya. Bank sentral berpendapat, posisi nilai tukar rupiah saat ini masih di luar fundamentalnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, maupun komitmen BI menjaga stablilitas, rupiah diklaim masih berpotensi menguat.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC