• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sunnah Nabi di Hari Jumat yang Bisa Kita Lakukan

Jumat, 07 September 2018 | 09:45 WIB

Ada banyak sunnah yang bisa kamu lakukan di hari Jumat. Mulai dari ketika hari tersebut dimulai, saat sebelum shalat Jumat, sampai ketika kita melaksanakan shalat Jumat. Berikut ini ada beberapa sunnah yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan kepada kita.

1. Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca surat Al-Kahfi merupakan sunnah Jum’at yang bisa kamu lakukan ketika hari tersebut telah datang. Mulai dari malam di hari kamis, ketika waktu maghrib telah masuk. Sunnah ini merupakan amalan yang luar biasa, jika kita melakukannya, maka dari Jum’at satu ke Jum’at lainnya, kita akan disinari oleh cahaya lho. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)

Walaupun keutamaan membaca surat Al-Kahfi ini sangat besar, masih banyak yang jarang melakukannya. Entah itu karena sibuk bekerja, atau sudah lelah karena jumlah halaman yang harus dibaca cukup banyak. Yah, tapi paling tidak, kita harus mulai membiasakan membaca surat Al-Kahfi ini setiap Jum’at ya, cuma seminggu sekali aja kok.

2. Memperbanyak Dzikir

Dzikir adalah mengingat Allah, dan kita diperintahkan ketika hari Jum’at untuk banyak-banyak berdzikir. Kalau hari -hari biasa kita sudah banyak berdzikir, maka di hari Jum’at, tentu kuantitasnya perlu ditambah. “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)

3. Memperbanyak Doa

Di hari Jum’at, kita juga disunnahkan untuk memperbanyak doa. Doa apa saja, yang penting untuk kebaikan dong. Seperti yang ada dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedikit waktu yang dimaksud dalam hadits di atas adalah detik terakhir pada hari Jum’at. Tepatnya ketika mejelang maghrib, saat matahari akan terbenam di hari Jum’at.

4. Memperbanyak Shalawat

Shalawat itu bisa kita lakukan kapan saja dan dimana saja, baik pagi, siang, sore, ataupun malam. Kita bahkan sangat dianjurkan untuk bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tetapi, pada hari Jum’at, alangkah indahnya jika kita menambah shalawat kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

5. Mandi Jum’at

Walaupun kita setiap hari mandi, di hari Jum’at, ada sunnah yang sama, yaitu mandi juga. Tapi tentu mandinya beda, dengan niat akan mandi Jum’at. Seperti yang ada dalam sebuah hadits dari  Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan ada sebagian ulama yang menjadikan mandi Jum’at ini wajib hukumnya. Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Memakai Pakaian Terbaik

Kalau kamu shalat biasanya pakai apa? Apakah menggunakan kaos oblong saja ataukah memakai kemeja atau baju koko yang rapi? Shalat itu sebaiknya dilakukan dengan pakaian yang bersih, rapi, dan baik. Kalau kita berangkat sekolah atau kerja aja pakaiannya bisa super rapi kok. Masak ketika shalat cuma pakai kaos aja? Apalagi pas shalat Jum’at, seharusnya kita menggunakan pakaian terbaik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat Jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

7. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi

Setelah mandi dan mengenakan pakaian terbaik, alangkah lengkap rasanya jika ditambah dengan menggunakan minyak wangi. Sehingga diri kita akan tampak bersih dan wangi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas, kita ini diperintahkan untuk bersuci, ya mandi Jum’at tadi. Setelah itu memakai minyak wangi, biar kita shalat Jum’at dalam keadaan wangi tentunya.

8. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut

Tentu kamu pernah melakukan hal ini, yaitu menekuk lutut ketika khatib sedang berkutbah. Padahal hal tersebut dilarang, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits. Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah. (HR. Abu Dawud Tirmidzi, derajat hidits hasan)

 

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com