Klikbabel.com


Meski Ada Fatwa Haram, Bateng Lanjutkan Vaksinasi MR Namun Tak Dipaksa

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:32 WIB
Kadinkes Bangka Tengah, Bahrun. Foto : Faisal/klikbabel.com

Klikbabel.com, Koba - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengeluarkan keputusan tentang hukum agama dalam penggunaan vaksin measles dan rubella (MR). Fatwa terbaru MUI itu mengharamkan vaksi MR buatan Serum Institute of India (SII) untuk imunisasi. Keputusan itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produk SII untuk Imunisasi. Penggunaan vaksin MR buatan SII hukumnya haram. Namun, penggunaan vaksin MR buatan SII dibolehkan untuk kondisi darurat.

Lantas, apa tanggapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah terkait fatwa ini? Ditemui klikbabel.com, Selasa (21/8/2018), Kepala Dinas Kesehatan Bateng Bahrun mengatakan akan tetap melakukan pelaksanaan vaksinasi MR bagi masyarakat yang secara sukarela bersedia dan tidak dipaksakan. "Kami tetap akan melaksanakan pemberian vaksin MR ini namun bila ada warga yang punya aqidah dan berpendirian tinggi terhadap agama untuk menolak vaksin tersebut, kami tidak akan memaksa karena itu hak mereka," ucapnya

Ia juga menjelaskan, fatwa MUI tersebut memang diputuskan haram namun boleh digunakan dalam keadaan terdesak karena lebih banyak manfaat yang peroleh ketimbang mudoratnya dan pelaksanaan ini pun dibolehkankan oleh 3 lembaga islam yakni PBNU, Imam massjid Istiqlal dan MUI.

"Untuk pelaksanaannya, Senin ini kita lakukan kembali pendataan ke sekolah-sekolah. Senin depan baru kita lakukan vaksinisasi MR, namun nantinya saat pemberian vaksin kita tetap akan jelaskan fatwa dari MUI serta manfaat dan mudhoratnya ke orangtua murid agar tidak ada paksaan bagi orang tua murid yang menolak," tambahnya. "Kami akan tetap meneruskan arahan kemenkes untuk melaksanakan vaksin yg tersedia sekarang sembari menunggu penyempurnaan vaksin lain yang lebih baik dan halal dari pusat," tutupnya.



Penulis  : Faisal
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com