• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ini Sebab Harga Sayur Mahal Versi Petani

Senin, 20 Agustus 2018 | 12:20 WIB
Ahen, petani sayur di lingkungan Jalan laut, Kecamatan Sungailiat, saat menyiram sayur miliknya. Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Memasuki musim kemarau yang terjadi saat ini, khususnya di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bangka, membuat harga beberapa jenis sayur mengalami kenaikan. Hal tersebut dikarenakan beberapa jenis sayur memang sangat membutuhkan pasokan air yang banyak, agar dapat tumbuh dengan baik.

Klik Juga : Soal Direktur PDAM, Tarmizi : Saya yang Tentukan!

Ahen, salah satu petani sayur yang berdomisili di lingkungan Jalan laut, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka mengatakan, masuknya musim panas (kemarau) memang ada kekurangan dan kelebihan pada beberapa jenis sayur. Misalnya jenis Sayur Bayam dan Kangkung yang saat ini tembus dikisaran Rp. 9000,- per kilogram (kg). "Memang jenis sayuran basah serta harus rutin dilakukan penyiraman. 'Iya kemarin untuk Bayam itu, teman bilang dia jual sekitar Rp. 9000,- per kg. Kalau Bayam di pasar juga kemarin sampai Rp. 20.000,- perkilo juga pernah,'' jelasnya, Senin (20/8/2018).

Sementara untuk sayur jenis lainnya seperti Sawi manis dan pahit, dikatakan Ahen, harga jualnya malah menurun yang hanya berkisar Rp. 2000,- hingga Rp. 3000,- per kg. Menurunnya harga Sawi sendiri, dikarenakan musim kemarau saat ini, terlebih sayuran jenis Sawi baik pahit dan manis tidak banyak membutuhkan pasokan air.

Akan tetapi, sayuran jenis ini sangat rentan diserang hama ulat yang membuat perkembangan Sawi miliknya agak terganggu. ''Sawi kalau musim panas itu bisa lebih cepat panen, bisa 18 hari yang biasanya 21 hari baru panen. Karena musim kemarau kan kering, tinggal disiram secukupnya. Tapi hama ulat sering mengganggu, jadi kita sekarang lagi cari cara mencegah hama itu,''tutupnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com