Klikbabel.com


Plus Minus Cawapres Jokowi dan Prabowo di Mata Ekonom

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 11:17 WIB
Sandi-Ma'ruf Amin. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Pertarungan politik untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019 sudah semakin jelas. Sang petahana Joko Widodo kembali maju sebagai calon presiden (Capres) menggandeng KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Sementara itu, Prabowo Subianto juga maju sebagai Capres didampingi Sandiaga sebagai Cawapresnya. Masing-masing Cawapres memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Klik Juga : KH Ma'ruf Amin Cicit Imam Masjidil Haram

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai dipilihnya Ma'ruf Amin demi menjaga stabilitas politik dalam negeri. Di sisi lain, Jokowi juga ingin mencegah adanya isu-isu SARA yang bermunculan.  "Plusnya suasana lebih kondusif karena isu Sara akan menurun. Background Ma'ruf Amin dari ulama sepuh bisa jaga stabilitas politik," ujarnya, Sabtu (11/8/2018).

Minusnya, lanjut Bhima, sosok Ma'ruf dinilai bukan orang yang cukup paham terhadap ekonomi makro maupun kebijakan. Dirinya menilai ada beberapa hal-hal terkait fundamental ekonomi yang masih belum sepenuhnya dipahami ketua MUI tersebut. "Tapi minusnya dia bukan orang yang paham permasalahan ekonomi makro dan kebijakan. Memang dia suport ekonomi syariah cuma masalah jangka pendek seperti pelemahan rupiah, kinerja ekspor, dan daya beli butuh pengalaman kebijakan makro ekonomi. Disitu investor sedikit kaget," jelas dia.

Sementara Sandiaga, kata Bhima, dinilai lebih memahami ekonomi lantaran latar belakangnya yang merupakan seorang pengusaha. Hanya saja, pria asal Pamekasan ini menilai Sandi belum terbukti memiliki program-program ekonomi yang jelas. "Prabowo - Sandi terbantu latar belakang si Sandi yang pengusaha jadi background ekonominya lebih kuat. Masalahnya belum ada program ekonomi yang clear masih berputar putar soal jargon kemandirian, kerakyatan dan lain-lain. Pasar perlu guidance yang lebih jelas," tandasnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos