Klikbabel.com


Orasi di Atas Mobil Mewah, Prabowo: Saya Berjuang untuk Buruh

Jumat, 10 Agustus 2018 | 16:51 WIB
Prabowo Subianto. Foto : Antara

Klikbabel.com, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto mengklaim dirinya berjuang untuk kepentingan buruh jika dipilih menjadi presiden bersama cawapresnya, Sandiaga Uno. Prabowo beroprasi di depan buruh dengan posisi di atas mobil putih mewahnya, Lexus LX 570. Orasi itu dia lakukan di depan buruh yang mengantarnya mendaftar ke Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018). Pasangan itu baru saja melakukan pendaftaran sebagai peserta Pemilihan Presiden 2019 sebagai pasangan capres dan cawapres.

Klik Juga : Isi Pesan Aa Gym untuk Pasangan Capres-cawapres

Sebelum meninggalkan lokasi, Prabowo sempat menyapa massa buruh dari berbagai daerah yang telah menunggu jalannya proses pendaftaran tersebut di luar gedung KPU. Dalam kesempatan itu, Prabowo pun sempat berorasi di depan massa buruh. Dalam orasinya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada massa buruh yang telah sabar menunggu dan mendukungnya. "Terima kasih atas dukungan kalian. Saya mendapat berita bahwa saudara-saudara long march dari Surabaya. Saya di sini dengan Sandiaga Uno dan dengan seluruh kekuatan yang mendukung saya, saya berjuang untuk kalian semua," kata Prabowo.

Dalam orasinya, ia menyerukan kepada massa buruh untuk tidak mau dijadikan sebagai antek bangsa lain. "Kita tidak mau jadi antek bangsa lain kita tidak mau jadi kacung dan budak bangsa lain. Kalau kalian miskin jangan sampe anakmu miskin juga kalau anakmu miskin kita gagal sebagai sebuah republik," ujarnya. Selain itu ia berjanji di depan ratusan massa buruh akan berjuang untuk membela kepentingan rakyat. Orasi Prabowo langsung disambut takbir oleh para massa pendukung. "Segala tenaga saya, segala energi saya saya akan tumpahkan untuk membela kepentingan rakyat. Itu tekad saya, akan membela kepentingan rakyat," pungkasnya. Usai berorasi, Prabowo beserta para rombongan langsung meninggalkan KPU dan massa pendukung satu persatu membubarkan diri. 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com