Klikbabel.com


Pedagang Sapi Kurban di Bateng Harap-harap Cemas, Kenapa?

Kamis, 09 Agustus 2018 | 10:53 WIB
H. Samud, peternak sapi kurban asal Koba, Bangka Tengah. (Foto : Faisal/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Koba - Mendekati hari raya Idul Adha, pedagang hewan kurban di Bangka Tengah (Bateng) justru harap-harap cemas. Padahal, moment tersebut pedagang kerap mendapat keuntungan besar lantaran banyaknya umat Islam ingin berkurban.

Klik juga : 17 Kesepakatan Gubernur Bersama Bupati dan Walikota se Babel

Mereka merasa bahwa tahun ini akan mengalami penurunan omset penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini kayaknya bakal ada penurunan omset, sampai detik ini baru 4 ekor yang laku, padahal kita kedatangan pengiriman sapi lagi dari Madura sebanyak 200 ekor," kata H. Samud saat ditemui di peternakannya di jalan Sinar Laut, Koba Kamis, (9/8/2018).

H Samud mengaku cemas dengan kondisi yang ia alami dua pekan menjelang hari raya kurban yang jatuh pada 22 Agustus mendatang. Saat ditanya faktor apa yang memengaruhi penurunan omset bisnisnya, ia menyebut salah satu sebabnya yakni anjloknya harga lada.

"Sebenarnya momentum omset sudah mulai menurun saat Kobatin tutup. Nah sekarang ditambah harga lada anjlok terus, mana bisa ngumpul buat beli sapi. Nah, itu jadi sebab pembeli kita berkurang," ungkapnya.

Saat ini harga jual sapi kurban per ekor Rp16-Rp25 juta. "Ya kalo emang omset pesenan kurban turun, paling kita potong untuk kita kirim ke pedagang di pasar-pasar, tapi mudah-mudahan seminggu jelang Idul Adha semakin banyak yang pesan. Semoga saja," harapnya. 



Penulis  : Faisal
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com