Klikbabel.com


Kenapa Ekspornya Bisa Kedodoran?

Rabu, 08 Agustus 2018 | 07:52 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan neraca perdagangan pada bulan Juli 2018 akan kembali defisit.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan dalam acara Gathering Ekspor Indonesia di Gedung Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Oke menjelaskan, kinerja neraca perdagangan sejak Januari 2018 tidak menggairahkan. Hal ini terlihat selama 6 bulan terakhir, sebanyak 4 bulan mencatatkan kinerja defisit.

"Januari defisit, Februari defisit, Maret surplus, April defisit, Mei defisit, Juni surplus. Kalau Bapak/Ibu ini eksportir, ke mana saja?," ungkapnya.

Dia pun menyebutkan, menurut informasi yang didapatkannya, pada bulan Juli 2018 neraca perdagangan akan kembali defisit. "Insya Allah menurut intelegen, Juli defisit lagi. Jadi kita akan lihat kinerjanya," katanya.

Dengan kondisi demikian, lanjut Oke, hal ini yang mendasari alasan pemerintah mengumpulkan para eksportir. Di mana untuk mengetahui permasalahan bagi eksportir serta mendorong memanfaatkan fasilitas fiskal dari negara.

"Bapak/Ibu ke mana saja, apa masalahnya sehingga ekspornya bisa kedodoran sama impor?," katanya. Dia menjelaskan, selama lima dekade ekspor Indonesia didominasi produk-produk primer bukan dari primer ke manufaktur.

Lanjutnya, struktur permintaan impor dunia 81% produk manufaktur dan 19% persen produk primer. Dengan demikian, Indonesia baru memanfaatkan peluang pasar yang 19% saja.

"Padahal permintaan manufaktur besar. Tapi kenapa ekspor produk primer melulu, enggak manufaktur?" katanya. Oke menyatakan, dengan kinerja neraca perdagangan yang terus defisit tersebut, Kementerian Perdagangan selalu mendapat teguran untuk bisa kendalikan impor dan mendorong ekspor.

"Makannya Bapak/Ibu di sini dikumpulkan untuk segera ekspor dan saya yang kendalikan impor," kata dia.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com