• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mencari Mitra Kelola Blok Rokan, Pertamina Pilih Siapa?

Jumat, 03 Agustus 2018 | 13:35 WIB
Ilustrasi: Foto : net

Klikbabel.com, JAKARTA – Pemerintah memberikan keleluasaan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mencari mitra bisnis yang mumpuni dalam menjaga produksi Blok Rokan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak akan ikut campur ataupun mengintervensi Pertamina untuk mencari mitra bisnis di Blok Rokan.

Klik Juga : Terungkap : Kendaraan Pertama Presiden Joko Widodo

“Pemerintah sudah menyerahkan 100% kepada Pertamina dan 10% untuk Badan Usaha Milik Daerah. Kita serahkan pada Pertamina untuk mencari partner. Namun, kita tetap menyarankan partnernya di bidang minyak dan gas,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta.

Menurut dia, saran pemerintah agar Pertamina menggandeng mitra bisnis dari kontraktor minyak dan gas bumi tidak lain untuk menjaga produksi Blok Rokan. Apalagi Blok Rokan merupakan wilayah kerja migas penyumbang terbesar produksi minyak nasional.
Saran dari pemerintah tersebut, kata dia, akan dituangkan dalam surat berupa Term and Condition (TnC) antara pemerintah dengan Pertamina sebagai panduan kontrak. Rencananya penandatanganan surat itu akan dilakukan pekan ini di Kementrian ESDM.

“Kita menyerahkan ke pertamina, nanti dalam surat TnC akan kita elaborasi lagi apa saran pemerintah suatu term and condition ditandatangani,” kata dia.

Dia meminta Pertamina bersama Chevron segera melakukan masa transisi hingga masa kontraknya habis 2021.

Adapun masa transisi ini, menurut dia, telah dilakukan sebelumnya saat Pertamina mengambil alih Blok Mahakam dari Total E&P Indonesia. Dalam masa transisi itu nanti Kementrian ESDM, Pertamina, dan Chevron akan membentuk tim transisi dalam proses alih kelola.

”Untuk masa transisi ini kita belajar banyak dari Blok Mahakam. Kita di tim bekerja dengan data yang lengkap, termasuk dalam hal ini Menteri Jonan akan ke AS bicara dengan Chevron untuk melihat bagaimana kita mengevaluasi Blok Rokan,” katanya.

Klik Juga : 4 Parpol di Babar Ganti Bacaleg

 

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), Fahmy Radhi, menyarankan Pertamina tetap menggandeng Chevron untuk mengelola Blok Rokan. Hal itu meringankan beban keuangan Pertamina sekaligus memanfaatkan teknologi CPI yang sudah lebih berpengalaman mengelola Blok Rokan.

”Kedua perusahaan bisa saling cost sharing, profit seharing, dan risk sharing. Ini akan meringankan beban Pertamina,” kata Fahmy.

Dia mengatakan, mencari partner bisnis pengelolaan blok migas merupakan hal wajar di industri migas.

Keuntungan lain jika Pertamina tetap menggandeng Chevron ialah bisa tetap melibatkan pekerja sebelumnya yang sudah berpengalaman mengelola Blok Rokan. “Karena SDM menentukan kinerja produksi. Pasti pemerintah meminta kepada Pertamina menjaga produksi,” kata dia.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya mengatakan, Pertamina membuka siapa saja untuk menjalin kerja sama, termasuk Chevron.

Namun, untuk saat ini Pertamina akan fokus terlebih dahulu menghadapi masa transisi. “Tujuan dari masa transisi untuk menjaga agar produksi tidak turun,” kata dia.

Direktur Jenderal Migas Kementrian ESDM Djoko Siswanto memastikan pencarian mitra strategis pengelolaan Blok Rokan tidak akan mengubah status Pertamina sebagai pemegang mayoritas kepemilikan Blok Rokan. Meski begitu, pihaknya tidak menyebut berapa share down Pertamina dengan mitra bisnisnya.

”Pokoknya, Pertamina tetap mayoritas,” ujar Djoko. (Nanang Wijayanto)

loading...
loading...


Penulis  : zahrulhadi
Editor    : Zahrul
Sumber : Okezone.com