• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


WhatsApp Tak Lagi Gratis, Ini Fitur yang Harus Bayar

Kamis, 02 Agustus 2018 | 11:16 WIB
Ilustrasi aplikasi WhatsApp. (Foto : net)

Klikbabel.com,Jakarta - Facebook pada hari Rabu mulai mencoba memonetisasi WhatsApp dengan menghasilkan uang dari skema yang menghubungkan dunia bisnis dengan konsumen melalui layanan perpesanan di ponsel pintar/smartphone.

Fitur tersebut akan bernama WhatsApp Business. Fitur ini sudah dicobakan selama berbulan-bulan pada lebih dari 90 perusahaan termasuk Uber dan Singapore Airlines. "Kami memperkenalkan sebuah solusi untuk bisnis yang membutuhkan fitur yang lebih memadai untuk chatting di WhatsApp dan sebuah cara baru agar orang-orang dapat dengan cepat memulai percakapan WhatsApp dari sebuah iklan yang di posting di Facebook," kata sosial media terbesar dunia itu, dilansir dari AFP.
 
WhatsApp Business memungkinkan perusahaan mengirim konten "non-promosi" seperti informasi pengiriman, informasi biaya tambahan untuk pengiriman barang yang terkonfirmasi. Perusahaan tidak akan dikenakan biaya ketika menanggapi pertanyaan atau komentar di WhatsApp, asalnya tanggapan diberikan kurang dari 24 jam. Respons lambat dari bisnis akan dikenakan biaya.

Beberapa iklan Facebook juga akan menampilkan cara mudah untuk memulai percakapan WhatsApp dengan pedagang atau perusahaan. "Iklan Facebook yang dapat dikirim dan dibuka di WhatsApp membantu orang menemukan bisnis Anda, membantu Anda terlibat dengan mereka untuk menjelaskan produk atau layanan Anda dan menumbuhkan suatu hubungan," kata tim jejaring sosial itu.

Facebook telah lama menguji cara untuk menghasilkan uang dari WhatsApp, yang dibeli perusahaan pada awal 2014 dalam kesepakatan senilai US$19 miliar. WhatsApp, yang sekarang menawarkan sekitar 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia. 

"Anda akan terus memiliki kontrol penuh atas pesan yang Anda terima," Facebook berjanji pada para pengguna WhatsApp.Para pedagangan atau perusahaan akan membayar untuk mengirim pesan tertentu sehingga mereka selektif berkirim pesan." Pesan akan tetap dienkripsi secara end-to-end, dan pengguna dapat memblokir layanan iklan jika mereka menginginkannya.  



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : detik.com