• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Beberapa Fakta Tentang Imunisasi MR, Nomor 3 Bikin Orang Tua Tersentak Kaget

Kamis, 02 Agustus 2018 | 08:45 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Imunisasi vaksin campak (meales) dan rubella atau vaksin MR sejatinya mulai dilakukan sejak 1 Agustus kemarin diluar Pulau Jawa, di sejumlah sekolah dan puskesmas yang ada. Namun, pro dan kontra terjadi. Terutama antaran belum diketahui halal atau tidaknya. Berikut beberapa fakta yang dirangkum klikbabel.com mengenai imunisasi MR.


1. Sudah Dilakukan di Jawa Tahun 2017

Imunisasi MR bukan hal yang baru. Sebab pada tahun 2017, imunisasi ini sudah dilakukan 6 provinsi di Jawa. Meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten dan DIY. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan, imunisasi ini sebagai komitmen Kemenkes mengeliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (congenital rubella syndrome-CRS) pada 2020.

2. Berasal dari India

Direktur Pemasaran Bio Farma menyatakan, hanya ada 2 produsen vaksin MR. Yakni China dan India. "Tetapi yang memiliki persyaratan lengkap hanya dari India," tuturnya. Sri mengungkapkan, vaksin MR yang digunakan untuk tahap 1 dan 2 berasal dari India. Vaksin tersebut sudah digunakan di 140 negara termasuk negara–negara Islam yang sudah lebih dulu mencanangkan vaksin ini. "(Vaksin) juga sudah melalui studi keamanan di berbagai negara di dunia" tambah Sri.

3. Belum Bersertifikasi Halal

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin menyatakan pihaknya belum mengeluarkan fatwa tentang kehalalan vaksin measles rubella (MR). Sebab, Bio Farma belum mengajukan penelitian tentang vaksin MR ke MUI. "Belum ada fatwa MUI tentang kehalalan vaksin MR sampai saat ini. Alasannya, karena belum diajukan oleh Bio Farma tentang vaksin MR ini, kan begitu masih dalam proses begitu katanya," kata Hasanuddin.

Namun, menurut Hasanuddin, jika beberapa pihak menyatakan vaksin MR sudah halal, itu bisa disebut kebohongan. Sebab, MUI belum mengeluarkan sertifikat halal tentang vaksin MR.

4. Terus Diupayakan

Sertifikasi halal untuk vaksin MR pun masih terus diupayakan. PT Bio Farma (Persero) selaku distributor mendukung sertifikasi halal ini. Proses sertifikasi bukanlah sesuatu yang mudah dan cepat didapatkan. Ada serangkaian tahapan yang harus dilalui. Demikian kata Corporate Secretary PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto saat menjelaskan, seluk-beluk sertifikasi halal vaksin MR. "Sertifikasi halal vaksin ini kewajiban dari manufaktur. Manufaktur di sini adalah produsen vaksin dan sumber produksi vaksin dari India. Kami ini hanya distributor," jelas Bambang.

5. Babel Lakukan Penundaan

Pro dan kontra mengenai imunisasi MR akhirnya disikapi Pemprov Babel dengan melakukan penundaan. Hal ini dipertegas dengan Surat Edaran dari Dinkes Babel keseluruh Kadinkes yang ada di kabupaten/kota se Babel. Selain itu, Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah juga mempertegas, jika penundaan ini untuk kebaikan semua.

 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com