• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Zohri Belum Tentu Turun di Asian Games

Kamis, 19 Juli 2018 | 15:09 WIB
Lalu M.Zohri (tengah). Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Bob Hasan, mengatakan belum bisa memutuskan apakah juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri, bakal diturunkan untuk Asian Games 2018. Usia Zohri yang masih 18 tahun menjadi alasan PB PASI mempertimbangkan hal ini. "Mungkin Lalu saya tidak bisa pasang, ya kan bulan ini dia baru umur 18," ucap Bob Hasan di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Klik Juga : Semua Tentang Lalu Muhammad Zohri

Hal ini tentunya kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya dari Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, yang menyebut Zohri bakal turun di Asian Games nanti. Tidak hanya di nomor lari 100 meter, pelari belia asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga akan ikut serta di nomor estafet putra 4 x 100 meter.Namun, sekali lagi Bob Hasan belum bisa memastikan apakah Zohri bisa unjuk gigi di Asian Games 2018. Ia mengaku akan lebih dahulu melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait hal ini.

Jika dipaksakan turun, level lawan-lawan yang akan dihadapi Zohri di Asian Games nanti memang bakal lebih kuat. Selain umur yang sudah matang, para lawannya juga jauh lebih unggul dari segi pengalaman. Hal ini tentunya jadi pertimbangan bagi PB PASI. "Nanti saya tanya pelatih dulu, karena yang lari di bawah 10 detik itu ada tiga negara, China, Jepang dan Qatar karena mereka beli atlet. Jadi kalau Zohri kita turunin, apa dia bisa menang? Kan belum tentu!" celoteh Bob. "Jadi kita bicarakan dulu, sama pelatih dan tim dokter.  Karena kalau kita pasang tapi kalah buat apa, umurnya juga masih muda. Nanti malah rusak mentalnya, jadi lebih baik kita simpan dia buat Olimpiade 2020," jelasnya.

Lebih lanjut, Bob menjelaskan banyak sekali atlet-atlet atletik dari berbagai negara yang bisa saja menjadi batu sandungan bagi Zohri di Asian Games. Pasalnya, disebutkan Bob, negara-negara tersebut membeli atlet untuk meraih juara.

 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Suara.com