• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Harga Telur di Pangkalpinang bertahan Rp1.700 per Butir

Rabu, 18 Juli 2018 | 13:59 WIB
Lapak penjual telur Iwan di Jalan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang (Yodea/Klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Harga telur ayam di Kota Pangkalpinang masih bertahan tinggi. Bahkan, saat ini telah mencapai Rp1.700 ribu per butir. Pedagang telur ayam pun merasa kebingungan dengan melonjaknya harga komoditi itu, sebab pedagang mengaku naiknya harga telur ayam telah dialami sejak satu bulan yang lalu. 

Salah satunya diakui oleh Iwan kurniawan, pedagang telur di jalan Pasar Pagi saat ditemui Klikbabel.com, Rabu (18/7/2018). Iwan mengatakan, melonjaknya harga telur ayam tersebut disebabkan berkurangnya stok telur pasca lebaran Idhul Fitri. 

"Ya, memang telur ayam merangkak naik terus.  Awalnya Rp1.500 per butir, naik lagi Rp1.600 dan hingga sekarang menjadi Rp1.700 per butir. Harga telur terus naik karena kemarin ayam ternak berkurang sejak lebaran kemarin. Masyarakat banyak membeli ayam potong, jadi ayam bertelur kurang ditambah musim ayam sakit," kata Iwan yang kerap disapa Anjes ini. 

Ia juga mengakui, untuk sementara waku mengurangi stok telur ayam, karena pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran. Kurangnya pasokan dan banyaknya pembeli membuat harga telur terus melambung.

"Modal pun Rp1.650 perbutir. Kemarin, juga ada dari beberapa orang ingin mengambil banyak. Tetapi saya belum bisa memenuhi karena stok juga sekarang sedikit," jelasnya. 

Terlebih lagi menurutnya, semakin mendekati perayaan Idhul Adha. Telur akan semakin melonjak. "Apalagi, tak lama kita mau lebaran Idhul Adha. Bisa jadi telur terus bertahan tinggi," tuturnya.

Ditempat yang sama, Eli yang juga pembeli telur ikut mengeluhkan naiknya harga telur beberapa bulan ini. "Telur mahal terus, kemarin baru saja naik, sekarang naik lagi. Apalagi ditoko kelontong sudah sampai Rp2.000 per butirnya. Lama-lama mungkin bisa sampai Rp3.000. Entah sampai kapan telur bisa murah," keluh Ibu satu anak tersebut. 

Loading...


Penulis  : Yodea Putri
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com