• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


DPD Garuda Babel Anggap Proses Pendaftaran Caleg oleh KPU Aneh

Sabtu, 07 Juli 2018 | 15:28 WIB
Ketua DPD Partai Garuda Babel, Hangga Oktavandany (kanan) bersama anggota mengibarkan bendera partai. (Foto : ist)

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Proses pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) menghadapi pesta demokrasi pemilihan wakil rakyat 2019 mendatang mendapat protes. Salah satu yang secara terbuka mempertanyakan kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Babel membuka pendaftaran pencalegan ialah partai Garuda. 

KPU Babel Jawab Tudingan Proses Pendaftaran Caleg Tidak Beres

Ketua DPD Partai Garuda Babel, Hangga Oktafandany mengungkapkan kekecewaannya atas kesiapan KPU. Mulai dari aturan yang masih simpang siur dan mekanisme lainnya. "Terbukti dengan syarat keterangan dari rumah sakit Provinsi yang wajib, dan sekarang karena banyak protes berubah dipersilahkan ambil surat keterangan dari puskesmas," ungkap Hangga, Sabtu (7/7/2018).

Keanehan lain menurut Hangga selama tahapan ialah diwajibkannya para caleg untuk mengikuti rangkaian tes. Sementara, waktu yang disiapkan cukup singkat yakni 4-17 Juli. "Anehnya pendaftaran itu seharusnya kita ambil dan serah formulir tetapi mekanisme yang dimainkan KPU daftar sekaligus pelaksanaan tes," herannya. 

"Yang lebih aneh lagi KPU mewajibkan peserta untuk ikut tes dulu seperti tes kesehatan badan di RSU, tes kesehatan jiwa di RSJ, tes bebas narkoba di BNN dan lain-lain, baru kemudian bisa daftar. Logikanya dimana ini KPU," ketusnya. 

"Kita coba hitung kasar dulu jumlah parpol ada 16. Andai tiap parpol di Babel punya 100 caleg maka jumlah seluruhnya 1600 orang, mungkin tidak dalam waktu dua minggu pengadilan, kepolisian RSJ, RSU melayani semua caleg yang juga digabung dengan unsur umum yang sama sama mengajukan pembuatan surat di instansi tersebut," bebernya. 

Setelah semua tahapan tersebut telah selesai, barulah caleg dimasukkan ke dalam daftar silon sebelum memperoleh formulir." Artinya orang disuruh ikut rangkaian tes terlebih dahulu baru ikut pendaftaran. Nyeseknya KPU tidak menyiapkan serangkaian tes termasuk anggaran tapi dibebankan ke para caleg sendiri," sesal Hangga. 

Ia pun menuding langkah KPU sebagai langkah yang melanggar hukum. "Yang dilakukan KPU ini benar-benar tidak menghormati lembaga tinggi negara legislatif," imbuhnya. "Sikap diskriminatif KPU ini akan menciderai semangat bangsa untuk terpanggil membangun negeri ini bersama-sama bahu-membahu," tutupnya.

loading...
loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com