Klikbabel.com


Harga Lada Merosot, Petani Terpaksa Jual Demi Kebutuhan Hidup

Jumat, 06 Juli 2018 | 14:39 WIB
Parman, petani lada asal desa Perlang saat mengeringkan ladanya. (Foto : Faisal/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Koba - Lada atau sahang yang ditargetkan sebagai komoditas utama pasca timah kini susah untuk diandalkan. Seperti harga lada di Bangka Tengah yang terus merosot dari tahun ke tahun.

Kondisi ini dikeluhkan petani di dusun Sadap, desa Perlang, Bangka Tengah. Merosotnya harga ini membuat petani tidak semangat menyambut masa panen. Parman (54) petani lada mengatakan, harga lada saat ini dijual pada kisaran Rp55.000 perkilo.

"Kalau rugi jelas kami rugi, tapi mau bagaimana lagi. Mau tidak mau kami harus menjual lada dengan harga segitu untuk kebutuhan hidup sehari-hari, biaya sekolah anak, belum lagi pupuk," keluhnya, Jumat (6/7/2018).

Ia menambahkan, sebagai petani dirinya dan rekan seprofesi merasa tidak diperhatikan, sebab ditengah-tengah terpuruknya harga lada, belum juga ditemukan solusi oleh Pemerintah. "Kami tidak berharap muluk-muluk harga lada seperti dulu sekitar 200 ribu per kilogram. Diatas 100 ribu per kilogram saja kami sudah bersyukur," harapnya.

Sama halnya dengan pasangan suami istri Madi dan Yani. Mereka berharap ada solusi dari Pemerintah. "Para petani juga terlihat lesu dalam memanen lada mengingat harganya yang tidak sesuai dengan letihnya," terangnya.

"Dulunya petani disini semangat sekali dalam memetik lada bahkan sampai mengupah orang lain untuk memetik lada. Sekarang jangankan untuk mengupah orang lain, memenuhi Kebutuhan hidup keluarga saja kadang kurang karena harganya murah," tutupnya.



Penulis  : Faisal
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com