Klikbabel.com


Ancaman Perang Dagang AS, Ini Cara Pemerintah Mengantisipasinya

Jumat, 06 Juli 2018 | 13:46 WIB
Airlangga Hartarto. Foto : net

Klikbabel.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat kordinasi tentang peningkatan ekspor dan investasi sektor perindustrian. Hasilnya diputuskan untuk membuat kelompok kerja (working group) lintas kementerian.

Usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan dalam rapat memfokuskan bagaimana memperbaiki sektor-sektor terkait untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor.

Klik Juga : DPRD Bateng Terkejut eks Kobatin Dimiliki Pengusaha Surabaya

Namun, katanya, jika mau memperbaiki impor dan ekspor ada hal-hal yang mesti diantisipasi seperti trade war dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, perang dagang ini memiliki dampak utama pada sektor baja.

"Sektor baja ini disampaikan bahwa kita harus sampaikan agar tidak terjadi kebanjiran impor karena selama ini produksi Krakatau Steel, kalau dibanjiri produk impor nah sulit untuk bisa meningkatkan utilisasi pabrik," tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Selain sektor baja, industri keramik juga bisa terkena dampak karena jika dibiarkan bisa dibanjiri produk impor. Dengan demikian maka kualitas tertentu industri kerami sulit bersaing utamanya menengah ke bawah.

Klik Juga : ICDX Gelar Halal Bihalal Bersama Pengusaha Smelter

"Apalagi kan kita belum bisa menurunkan harga gas sesuai dengan kemauan industri. Jadi kalau industri tidak mendapatkan harga gas apa yang diharapkan, ditambah kebanjiran impor. Maka industri itu dua kali kena pukulan," tuturnya.

Hal-hal antisipasi ini, lanjut Airlangga yang dibahas dalam rakor bersama Menko Darmin. "Jadi kita harus membuat working group level, bagaimana industri baja, keramik bisa memanfaatkan dalam negeri," ujarnya.



Penulis  : zahrulhadi
Editor    : Zahrul
Sumber : Okezone.com