• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kawan SLI Disebar ke 18 Wilayah di Indonesia

Kamis, 05 Juli 2018 | 10:20 WIB
Stadium General Kawan SLI. Foto : Ist

Klikbabel.com, Jakarta - Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa merekrut 24 Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Angkatan 2. Relawan ini akan disebar ke 18 wilayah di Indonesia. Seperti Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Sanggau (Kalimantan Barat), Nunukan (Kalimantan Utara), Indragiri Hulu (Riau), Kepulauan Meranti (Riau),  Bima (Nusa Tenggara Barat), Malaka (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), Medan (Sumatera Utara) dan Ogan Ilir (Sumatera Selatan).

Klik Juga : Poster Anies-Aher Beredar untuk 2019

Juga Maluku Tenggara Barat (Maluku), Halmahera Selatan (Maluku Utara), Bengkulu Utara (Bengkulu), Indramayu (Jawa Barat), Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), dan Jakarta Pusat (DKI Jakarta). Para Kawan SLI selama sebulan kedepan akan dibina oleh tim konsultan Makmal Pendidikan sebagai konsultan pendidikan untuk menjalankan program Sekolah Literasi Indonesia di sekolah dampingan/inisiasi Makmal Pendidikan.

Pada pelaksanaan program, Kawan SLI akan berperan sebagai coach, trainer, dan konsultan bagi guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan performa sekolah pada dua ruang lingkup, sistem pembelajaran dan budaya sekolah yang tentunya berdasarkan kekhasan literasi.

Sebelum turun langsung ke lapangan, Selasa (3/7/2018) kemarin, para KAWAN SLI terpilih mengikuti Stadium General yang diadakan di Aula Zikir Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas, Stadium General ini turut menghadirkan pembicara mumpuni seperti Syafei Al Bantanie, Direktur Dompet Pendidikan; Arif Harmadi, GM Dompet Dhuafa Pendidikan; dan Hikmat Hardono, Ketua Yayasan Indonesia Mengajar.

Menurut Syafei Al Bantanie, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, KAWAN SLI merupakan kepanjangan tangan dari penyelia sistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik. Oleh karenanya KAWAN diharapkan meluaskan visi dan cara pandang selama di penempatan. “Kita harus mengubah cara pandang kita. Jadi melihat sesuatu bukan dalam konteks SLI saja. Kenapa? Karena jika hanya sebatas SLI maka kawan-kawan akan sulit mewujudkan tatanan pendidikan Indonesia lebih baik dan lebih lagi,” kata Syafei. “Sudah saatnya pemuda seperti KAWAN mengambil bagian dari upaya mewujudkan cita-cita besar membangun peradaban besar Indonesia melalui pendidikan. Mari luruskan dan kokohkan niat maka semua tantangan di penempatan akan mudah dilalui,” tegasnya.

Klik Juga : Berapa Nilai Rupiah Pagi Ini, Klik Disini!
 
Dalam kegiatan kali ini KAWAN SLI diajak menyelami pentingnya pendidikan melalui metode pendekatan yang lain  dari biasanya. “Bagimana cara mendekati masyarakat di penempatan?” tanya Arif Harmadi, GM Dompet Dhuafa Pendidikan. “Salah satu caranya ialah dengan menyelami value masyarakat local. Sebagai konsultan kita tidak boleh terkungkung hanya di lingkungan sekolah saja, bermainlah dengan banyak pihak karena teman-teman akan belajar banyak hal. Saya yakin KAWAN SLI ialah pemuda yang mampu membangun pendidikan di Indonesia,” tandasnya.

 

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com/rilis