Klikbabel.com


Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Dicukur

Senin, 02 Juli 2018 | 13:48 WIB
Suasana rapat DPR RI. (Foto : net)

Klikbabel.com,Jakarta - Pemerintah mengusulkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,2%-5,6% pada 2019. Angka tersebut turun tipis sebesar 0,2% dibandingkan target Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang diusulkan kepada DPR-RI beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penurunan target tersebut merupakan langkah yang realistis. Khususnya agar target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan bisa mencapai target yang sudah ditentukan.

"Jadi lebih baik kita konservatif angka 5,2% sampai 5,6% dalam rangka supaya target pertumbuhan kita tahun depan lebih realistis," ujarnya saat ditemui di DPR-RI, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Menurut Suahasil, ada beberapa hal yang membuat akhirnya pemerintah menurunkan pertumbuhan ekonomi 2019 dari usulan KEM PPKF. Alasan pertama adalah faktor perekonomian dunia yang terus berubah.

"Kalau dilihat dari gesturnya itu berada di 5,2% hingga 5,6% itu di bawah dari KEM-PpKF ini kan dibentuk dari bukan Februari kemarin, Melihat pertimbangan terakhir ketika kita melakukan pembicaraan mengenai KEM-PPKF kayaknya nih dunia globalnya volatilitasnya masih tinggi," jelasnya.

Hal tersebut menyusul kebijakan Pemerintah Amerika Serikat dan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang merencanakan akan menaikan suku bunga acuan hingga empat kali pada tahun ini. Belum lagi kebijakan pengenaan bea masuk terhadap barang barang impor asal China yang menimbulkan perang dagang.

"Dengan membaiknya ekonomi AS, The Fed mulai menaikkan suku bunga agar perekonomian AS tidak over heating. Dampaknya suku bunga obligasi 10 tahun AS yang jadi benchmark kita mulai pelan-pelan naik," jelas Suahasil. "Fed fund rate masih akan dinaikan lagi kalau tahun depan kemungkinan besar akan ada transmisinya ke perekonomian Indonesia," imbuhnya

 Seperti diketahui, pemerintah telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran. 2019 kepada DPR. Adapun beberapa asumsi dasar yang diusulkan pemerintah di tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun ini.

Untuk pertumbuhan ekonomi, pemerintah memperkirakan berada di angka 5,4% hingga 5,8%. Sementara untuk inflasi, diperkirakan 2,5 hingga 4,5%. Selanjutnya untuk tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di angka 4,6% hingga 5,2%. Sementara untuk nilai tukar mata uang rupiah diperkirakan di kisaran Rp13.700 hingga Rp 14.000 per USD

Sementara untuk harga minyak mentah, pemerintah menargetkan berada di kisaran USD60 hingga USD70 per barel. Sedangkan lifting minyak ada di angka 722-805 ribu barel per hari, dan lifitjng gas sekitar 1,21 hingga 1,30 juta barel setara minyak.



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : okezone.com