Klikbabel.com


Pelatih Piala Dunia Gunakan Teknologi EPTS untuk Mengamati Pemain

Jumat, 29 Juni 2018 | 15:46 WIB
Teknologi Electronic Performance and Tracking Systems. Foto : net

Klikbabel.com - Selain menggunakan teknologi VAR dan kamera Spidercam pada gelaran Piala Dunia 2018, ternyata ada satu teknologi yang tidak banyak diketahui lho.

Teknologi tersebut adalah Electronic Performance and Tracking Systems(EPTS).

EPTS adalah sebuah sistem berbasis tablet yang dapat melacak statistik segala hal mengenai pertandingan maupun pemain selama Piala Dunia 2018.

Teknologi ini sangat dibutuhkan pelatih untuk menyusun strategi pertandingan bersama pemain.

Pada tablet tersebut, pelatih akan memonitor pertandingan lawan, ranking tim lawan dan aksi pemain,  semuanya bisa diketahui secara real time.

Bagaimana para pelatih mendapatkan informasinya secara real time?

Jawabannya adalah teknologi ini bekerja memantau dan melacak pergerakan pemain dengan kamera yang menangkap sensor di dalam baju pemain sepak bola.

Klik Juga : Suku Bunga Acuan Naik 5,25%

Semua pemain sepak bola memakai rompi di dalam baju jersey mereka yang kemudian sensor tersebut akan mengambil data fisik pemain, mulai dari denyut nadi, ukuran berat hingga kadar gula pemain saat itu juga.

Karena siaran EPTS ini real time, maka pola kerjanya terhubung dengan kamera.

Sebanyak 396 unit kamera digunakan di stadion yang terhubung langsung dengan tablet yang dibawa pelatih.

Video tersebut kemudian diolah di ruang kendali, di mana ada data-data yang diolah dan kemudian didistribusi ke masing-masing tablet pelatih.

Melalui EPTS, pelatih bisa meilhat dengan detail posisi pemain, kecepatan lawan, presentase sebuah tim melakukan penyerangan.

Bahkan melalui EPTS, pelatih dapat mengetahui siapa pemain yang selalu melakukan sliding atau siapa pemain yang memiliki sundulan berbahaya.

Klik Juga : Jokowi - Mahathir Bahas Perbatasan dan Perlindungan TKI

Dengan menggunakan teknologi EPTS ini diharapkan pemain bisa mengontrol dan meningkatkan kinerja pemain dengan tim.

Teknologi ini sebetulnya sudah pernah diterapkan FIFA pada tahun 1996 untuk membantu mendeteksi garis gawang, bola dan rumput yang ada di stadion.



Penulis  : zahrulhadi
Editor    : Zahrul
Sumber : bolatimes.com