Klikbabel.com


Babel Tuan Rumah The 7th Meeting of Asean Nation Focal Point Working Group on Pepper

Kamis, 28 Juni 2018 | 15:53 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama para delegasi. Foto ; Ist

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi tuan rumah The 7th Meeting of Asean Nation Focal Point Working Group on Pepper yang berlangsung selama 3 hari di Hotel Santika Bangka, Bangka Tengah, Babel. Pertemuan ini, yang dimulai sejak 25 hingga 28 Juni 2018 itu, diikuti delegasi dari yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, International Pepper Community, Dewan Rempah Indonesia Pusat dan Dewan Rempah  Babel.

Mengawali sambutannya, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan selamat datang kepada para delegasi yang menghadiri The 7th Meeting of Asean Nation Focal Point Working Group on Pepper. Gubernur Erzaldi dihadapan para delegasi mengatakan, pertemuan ini difokuskan untuk memberikan kesejahteraan bagi para petani lada di negara masing-masing.

“Dengan mensejahterakan petani, akan memberikan dampak kepada peningkatan daerah masing - masing. Mari kita mensejahterakan para petani, karena apabila para petani sejahtera, kita juga akan merasakannya,” ungkap Gubernur. Erzaldi mengajak para delegasi untuk fokus membahas masalah harga lada, pengawasan kualitas, produk, dan pengolahan lada, dan standarisasi yang ada.

Sementara itu, Dedy Junaidi Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan RI menjelaskan, Komoditas Lada di Indonesia adalah salah satu komoditas perkebunan yang di Indonesia khususnya Babel yang memberikan nilai lebih maupun meningkatkan pendapatan luar negeri.

Dedy menyebutkan, pada tahun 2017, hampir 273.421 petani kecil bekerja di perkebunan lada dan berkontribusi terhadap pembangunan pedesaan serta sumber pekerjaan, selain komoditas perkebunan lainnya seperti kelapa sawit, kopi, teh, karet dan kakao. “Indonesia dianggap sebagai produsen lada terbesar ke-2 di dunia, setelah Vietnam,” ujar Dedy.

"Total luas tanaman lada pada tahun 2017 mencapai 181.978 hektar dengan total produksi 87.029 ton. Ini berarti produktivitas lada di Indonesia kurang dari 1 ton per hektar. Di antara sentra produksi lada, Babel dan Lampung dihitung sebesar 47% dari total luas perkebunan lada di Indonesia," ungkap Dedy. Pembukaan The 7th Meeting of Asean Nation Focal Point Working Group on Pepper yang dilakukan oleh Dr Wilitradani Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura Kemenko Ekonomi RI diakhiri dengan tukar menukar cinderamata dan foto bersama.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com