• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Utang Indonesia Nyaris Rp5.000 Triliun, Kata BI Sih Masih Aman

Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2018 tercatat sebesar USD356,9 miliar atau setara Rp4.996 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rupiah Rp14.000 per USD). Dengan demikian, rasio utang Indonesia tercatat kisaran 34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pertumbuhan utang ini masih dalam batas aman, yakni di bawah 60% dari PDB. Oleh sebab itu, menurutnya tak bisa hanya melihat dari sisi nominal utang. 

"Rasio terhadap PDB masih cukup aman baik yang (utang luar negeri) pemerintah maupun swasta. Jadi jangan lihat nominalnya tapi ukurannya (terhadap PDB). Satu dolar sekarang kan beda dari satu dolar yang 10 tahun lalu, harus lihat dari ukuran PDB," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Selain itu, menurutnya kemampuan membayar utang juga masih dalam kondisi aman. "Kemampuan bayar yaitu DSR (Debt Service Ratio) itu juga masih aman," imbuhnya.

Perry juga meyakini swasta sudah melakukan kewajiban lindung nilai atau hedging. Sehingga dipastikan mampu untuk membayar utang luar negeri. "Kan ada ketentuan kehati-hatian, khususnya bagi ULN swasta ada kewajiban hedging. Data kami menunjukkan 90% swasta non bank itu lakukan hedging, mereka juga manajemen risiko untuk likuiditasnya," jelasnya.

Oleh sebab itu, melihat kondisi ini, dia menilai kondisi ULN Indonesia masih dalam kondisi yang aman. "Pendapat kami ULN dari sisi level dan kemampuan bayar dan manajemen risikonya itu cukup aman," pungkasya.

Sekedar diketahui, ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD183,8 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar USD173,1 miliar. ULN Indonesia tumbuh 7,6% (yoy) pada akhir April 2018, namun melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,8% (yoy). Perlambatan ini terjadi baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : OKezone.com