Klikbabel.com


The Fed Naikkan Suku Bunga 4 Kali Tahun Ini, Apa yang Dilakukan BI?

Jumat, 15 Juni 2018 | 19:45 WIB
Ilustrasi BI. Foto : net

Klikbabel.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan ekonomi dunia, termasuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, federal fund rate (FFR).

Seperti diketahui, suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut naik sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% hingga 2,00% pada Rabu, 14 Juni 2018. Kenaikan suku bunga ini merupakan yang kedua di 2018 dan ketujuh sejak akhir 2015.

Klik Juga : Bicara Arus Mudik, Luhut: Ini Cerita Hasil Kerja Pak Jokowi 3 Tahun

Kenaikan suku bunga The Fed pun diprediksi akan mencapai 4 kali pada tahun ini. Sehingga hal ini akan menjadi pembahasan dalam Rapat Dewan Gubernur atau RDG, pada 27-28 Juni mendatang.

"Kemarin waktu RDG (Rapat Dewan Gubernur) probabilitas kenaikan 4 kali baru sekitar 38%. Tapi dengan FOMC (rapat dewan gubernur The Fed) probabilitas kenaikan 4 kali itu lebih 50%. Itu suatu perkembangan baru," kata Perry di kediamannya, Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Selain itu, Bank Sentral turut mempertimbangkan arah kebijakan bank sental Eropa (ECB). "ECB juga sudah mulai merencanakan untuk mengurangi quantitative easing mulai September, itu juga termasuk yang kami cermati," imbuhnya.

Klik Juga : Pedagang Sarang Ketupat Raup Untung Rp 500.000 Per Hari

Oleh sebab itu, Perry menegaskan BI siap melakukan langkah-langkah kebijakan yang pre-emptive, front-loading, dan ahead the curve untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan perekonomian.

"Tentu saja langkah itu bisa dalam bentuk kebijakan suku bunga, diikuti juga dengan relaksasi kebijakan makroprudensial yang dalam bentuk LTV. Komitmen kami tetap menjaga stabilitas nilai rupiah, itu prioritas kami. Konkretnya saat RDG nanti," pungkasnya.



Penulis  : zahrulhadi
Editor    : Zahrul
Sumber : okezone.com