Klikbabel.com


Parah! Pantai Bangka Tercemar Minyak

Kamis, 14 Juni 2018 | 03:58 WIB Dibaca sebanyak 156 kali
Pantai Teluk Pikat yang Tercemar. Foto : Rama

Klikbabel.com, Sungailiat - Pencemaran perairan laut jenis minyak terjadi di Pantai Teluk Pikat, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Hal tersebut berdasarkan pantauan klikbabel.com, Rabu (13/6/2018) sore.

 

Salah satu warga asli Kelurahan Matras, Iwan menceritakan, pencemaran laut jenis minyak ini mereka ketahui sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, ketika berkunjung ke lokasi pantai tersebut. ''Kita tahunya tadi pagi, kebetulan bersama teman-teman lain berkunjung ke sini (Teluk Pikat), sekali kita lihat terdapat genangan hitam pekat di pinggir pantai,''jelasnya.

 

Klik Juga : Anak 7 Tahun Jadi Korban Kapal Tenggelam

 

Ia melanjutkan, keberadaan limbah jenis minyak ini jelas mengganggu ekosistem pantai tersebut, karena air pantai ikut tercemar. Iwan pun berpendapat, limbah minyak yang menggenang dipinggiran pantai berasal dari pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) tepat di depan pantai tersebut. ''Dugaan kita sementara ini, menurut pendapat teman-teman limbah itu sejenis oli yang berasal dari kapal isap yang beroperasi di depan sana,''ungkapnya.

 

Klik Juga : Fadli Zon Kena Skak Matt

 

Dilanjutkannya lagi, faktor tersebut juga yang membuat warga, khususnya di Kelurahan Matras, menolak keberadaan KIP di perairan Matras tersebut. Selain itu, warga juga berpendapat operasi KIP yang sudah menjadi masalah klasik bertahun-tahun di perairan laut matras ini, yang mengganggu ekosistem dan menginginkan KIP pergi dari perairan Matras. 

 

''Keinginan kami, warga, kapal sangat mengganggu hasil tangkapan kami berkurang berkurang saat melaut. Memang ada sebagian dari kami yang mendapatkan kompensasi, tapi tetaplah masyarakat merasakan dampak dari beroperasinya KIP tersebut,''ucapnya.

 

Menurutnya, banyak juga warga yang menolak aktivitas KIP tersebut, karena dahulu wilayah tangkapan para nelayan tidak sejauh radius yang mereka rasakan saat ini. ''Dulu dekat kita mancing, sekarang harus bermil-mil. Ikan sudah tidak mau lagi mendekat,''tegasnya.

 

Klik Juga : Catat! Jadwal Piala Dunia 2018

 

Sementara itu, Ratno Budi selaku Direktur Eksekutif Wahana lingkungan hidup (Walhi) Babel, ketika melakukan kroscek langsung menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan kajian terhadap dampak serta penyebab pencemaran lingkungan yang terjadi di Pantai Teluk Pikat ini.

 

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap mempertahankan kelestarian lingkungan mereka dan menolak segala hal maupun sesuatu yang dapat merusak lingkungan sekitar tempat tinggal, termasuk pantai pantai di Kabupaten Bangka ini. ''Masyarakat harus bersikap. Bagaimanapun, kelestarian menjadi tanggung jawab bersama. Sebenarnya prihal ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) harus sepenuhnya bekerja dan menyelidiki apa penyebab pencemaran ini,''tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com