Klikbabel.com


Menteri Pariwisata Nilai Babel Belum Maksimal Tarik Wisatawan

Jumat, 08 Juni 2018 | 11:34 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Provinsi Bangka Belitung (Babel) belum bisa maksimal menarik wisatawan mancanegara (wisman) meski terletak sangat strategis. Ia menilai ada beberapa masalah yang harus dibenahi segera. Hal tersebut disampaikan oleh Menpar saat meluncurkan event Toboali City on Fire (TCOF) Season III 2018 di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Baca Juga : Ada Via Vallen di MXGP Babel

“Meskipun Belitung terkenal dengan Laskar Pelangi, tetapi itu belum bisa menarik wisman, kalau wisnus bisa. Maka butuh pengakuan internasional untuk promosinya,” ujar Menpar, Arief Yahya. Menurut Arief, posisi Babel sangat strategis. Dari Jakarta dan Singapura, Babel bisa ditempuh selama 45 menit. Padahal, lanjutnya, Jakarta dan Singapura merupakan hub wisatawan yang ramai dan banyak mengeluarkan uang ketika liburan.

"Babel kan kepulauan, kita liat jalur cruise-nya, itu sangat potensial dari Singapura, mudah untuk bersandar di Babel. Tapi selama ini cruise memilih ke Malaysia. Kita harus bangun dermaganya," terang Arief.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan kunjungan wisatawan tahun 2017 yang lalu sebanyak 6.417 wisman dan 324.189 wisnus. Jumlah tersebut naik sekitar 24,9 persen dibanding tahun lalu. "Kalau wisman kenaikannya mungkin sekitar 17 persennya dari seluruh kenaikan tahun 2017 itu," tuturnya. Ia menyoroti geopark yang harus segera mendapat pengakuan UNESCO Global Geopark (UGG) secepatnya.

Baca Juga : MXGP Bakal Sedot 2.000 Wisatawan ke Babel

Dengan UGG, menurut Erzaldi, akan memberikan kepercayaan kepada wisman untuk datang. Erzaldi mengatakan tahun ini semua perencanaan proposal pengajuan UGG acara selesai, sehingga 2019 acara tersebut siap untuk diajukan ke UNESCO. Selain itu, hal lain yang jadi sorotan Menpar untuk mengundang wisman ialah belum dimaksimalkannya bandara internasional.

Sementara penerbangan internasional Bandara H. A. S. Hanandjoedin terhenti. Namun, saat ini tiga penerbangan masih dalam pembicaraan. Maskapai Garuda, Sriwijaya Air, dan Malindo berencana mengambil rute internasional.

 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Kompas.com