Klikbabel.com


Oknum Sipir Bukit Semut Pukul Narapidana

Selasa, 05 Juni 2018 | 21:19 WIB
Ilustrasi. Foto ; net

Klikbabel.com, Sungailiat - Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Sungailiat Klas II B Kabupaten Bangka mengakui adanya oknum sipir yang memukul narapidana hingga dilaporkan pihak keluarga ke pengacara ternama Hotma Paris Hutapea.

 

"Saya sebelumnya menerima aduan dari orang tua Renhat (narapidana) di rumah dinas, saya sempat kaget sebab tidak ada laporan lisan atau tertulis dari bawahan," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Sungailiat, Faozul, Selasa (5/6/2018).

 

Ia mengatakan berdasarkan aduan itu kemudian membentuk tim dan surat perintah untuk memeriksa aduan tersebut selama tiga hari. Menurut dia, tim pun menemukan kebenaran ada oknum sipir yang memukul narapidana sehingga mengalami gangguan pada syaraf mata.

 

"Pemukulan dilakukan oknum sipir karena Renhat memfitnah Olif teman sekamar dengab memasukkan uang ke tas Olif dan menuduhnya mencuri, Olif pun disanksi 'strap' sel," ucapnya. Ia mengatakan hal ini diakui Renhat dengan alasan untuk mengeluarkan Olif agar tidak satu sel sebab Olif mengetahui perbuatan Renhat melakukan asusila kepada teman satu selnya.

 

Sudarman (Sipir) memeriksa dan menginterogasi Renhat yang kemudian mengakui kesalahannya, ketika hendak diberi sanksi strap sel Renhat menolak dan melawan hingga sipir diluar kendali dan terjadi pemukulan.

 

"Atas pukulan Pak Sudarman dipastikan Renhat penglihatannya agak terganggu tetapi saat Renhat masuk ke Lapas Sungailiat memang kondisinya sudah berkacamata dan minus lima dan diakui juga ibunya dulu pernah berobat di rumah sakit mata Aini Jakarta," tuturnya.

 

Indikasi sakit mata yang dialami Renhat langsung pihaknya membawa Renhat ke RSUD Sungailiat dan RSUP Bangka Belitung tapi ibunya meminta ke rumah sakit Aini Jakarta. Pengobatan antarkota bukan kewenangan Lapas Bukit Semut maka diusulkan ke Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM lalu diteruskan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Jakarta.

 

"Menanggapi viral di media sosial dari bang Hotman Paris intinya kita dari penanganan penyakit ada klasifikasi penyakit. Penyakit mata ada rujukan berencana yang tidak bisa serta merta merujuk ke Jakarta tetapi kami penuhi standar operasional prosedur untuk rujukan saudara Renhat mungkin dalam waktu dekat akan keluar izinnya," ujarnya.

 

Ia menambahkan narapidana atas nama Renhat menjalani hukuman usai divonis hukuman penjara 12 tahun denda Rp1 miliar subsider kurungan 6 bulan atas perkara pelecehan seksual terhadap beberapa orang anak laki-laki dibawah umur dan baru menjalani hukuman sekitar 2 tahun dikenai sanksi dicabut haknya selama 1 tahun dan tidak mendapat remisi.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : babel.antaranews.com