Klikbabel.com


Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Langsung Kerek Bunga Kredit

Senin, 28 Mei 2018 | 14:33 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto : Antarafoot.com

Klikbabel.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), tidak serta-merta akan langsung menaikkan suku bunga kredit perbankan. Sebab kenaikan akan berlangsung bertahap.

Saat ini BI telah mendorong stabilisasi Rupiah dengan melakukan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari level 4,25% ke 4,5%. Pengetatan moneter ini pun terbuka untuk terus berlanjut jika diperlukan. "Prosesnya kan enggak bisa instan begitu (kenaikan suku bunga acuan langsung direspons kenaikan suku bunga kredit perbankan). Kita lihat terus tapi selama ini belum," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, kebijakan moneter Bank Sentral tersebut, bisa tak mempengaruhi bunga kredit dengan bank melakukan efisiensi biaya operasional. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan pelayanan yang berbasis teknologi.  "Efisiensi kita tingkatkan menggunakan branchless banking, jadi penghematan operasional itu bisa dilakukan dan juga tentunya bisa tidak terlalu berpengaruh jika ada tekanan kenaikan suku bunga," jelasnya.

Menurutnya, transmisi kenaikan suku bunga kredit tidak akan langsung terjadi instan pasca kenaikan suku bunga acuan, kenaikan suku bunga kredit akan terjadi secara bertahap. Maka, kata dia, ada ruang selama transmisi untuk bank meminimalkan dampak kenaikan suku bunga pada nasabahnya. "Sehingga nasabah atau debitur enggak terlalu berat. Dan suku bunga ini juga sudah mulai turun, tapi kita juga upayakan proses penurunan," katanya.

 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Okezone.com