• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Menuju Babel Bebas Malaria Tahun 2020

Selasa, 22 Mei 2018 | 08:27 WIB
Ilustrasi. Foto : Net

Malaria adalah salah satu penyaikit endiemik di Bangka Belitung yang tidak asing lagi didengar dikalangan masyarakat. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasite Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopeles. Banyak masyarakat terkadang menyepelekan dengan gejala-gejala malaria yang ditandai dengan demam, sakit kepala, lesu, nyeri tulang, hilangnya nafsu makan, perut tidak enak, diare ringan dan kadang merasa dingin dibagian punggung.

Bangka Belitung merupakan salah satu kota yang menjadi objek wisata bagi penduduk untuk datang berkunjung atau bermigasi sehingga dapat menjadi faktor pemacu munculnya kasus dan penularan malaria. Menurut data angka kesakitan dan kematian akibat malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2016, terdapat 359 kasus malaria dengan Angka Kesakitan /IR = 0.12. Angka tersebut menurun jika dibangkingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 0,24. Beberapa tahun belakang ini malaria masih menjadi topik permasalahan yang sering dibicangkan dikalangan masyarakat yang belum teratasi sehingga menjadi kekuatiran bagi penduduk Bangka Belitung.

Dengan adanya masalah malaria yang masih mengancam kesehatan penduduk Bangka Belitung, tentunya pemerintah Provinsi kepualauan Bangka Belitung tidak diam saja namun terus melakukan upaya penanggulangan secara terus menerus. Dilihat dari penanggulangan pemerintah terhadap kasus malaria dari tahun ke tahun yang semakin baik, timbul pertanyaan. Apakah di tahun 2020 Bangka Belitung bebas malaria?

Disini bukan hanya peran pemerintah saja yang melakukan pembasmian terhadap malaria tetapi juga masyarakat harus ambil bagian untuk melakukan pembasmian malaria karena malaria menjadi ancaman bagi seluruh penduduk Bangka Belitung. Pernahkah masyarakat berpikir bahwa insektisida maupun serbuk abatesasi yang digunakan dalam fogging di lingkungan telah mengalami resistensi sehingga dengan adanya proses fogging dan abatesasi dengan menggunakan bahan yang sama, tidak akan membantu dalam membasmi nyamuk karena nyamuk telah resisten atau tahan, maka upaya yang dilakukan dalam penanggulangan kasus malaria akan sia-sia.

Maka dari itu perlunya dilakukan evaluasi program pengendalian dan merumusakan program secara terpadu, terintergrasi dan berkelanjutan. Meliputi beberapa aspek seperti, melakukan penelitian mengenai resistensi insektisida dan serbuk abatesasi yang digunakan dalam proses fogging dan pembasmian jentik nyamuk dengan harapan ditemukan solusi baru dalam pengatasan kasus malaria. Kemudian pemerintah dan masyarakat Bangka Belitung juga perlu mengkritisi mengenai keadaan lingkungan Bangka Belitung dimana kita dapat melihat bahwa ketika hujan menghampiri Bangka Belitung, tentunya Bangka Belitung mengalami banjir dibeberapa tempat. Hal tersebut dapat dikarenakan kurang baiknya sistem drainase di Bangka Belitung sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan baik ditambah lagi dengan perilaku masyarakat Bangka Belitung yang tidak menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah atau kotoran dengan sembarangan yang mendukung tidak baiknya sistem drainase.

Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, lalu ditambah dengan air tidak menyerap ke tanah karena tidak baiknya daya resapan air. Tidak adanya daya resapan air dapat diakibatkan oleh pembangunan dimana-mana, penebangan pohon, tidak adanya sistem biopori sehingga tidak adanya tempat bagi air untuk meresap maka ketika hujan turun, air dapat meluap baik dari sungai, selokan maupun saluran air lainnya. Tanpa keterpaduan dan keberlanjutan maka upaya menuju Bangka Belitung bebas malaria ditahun 20120 sulit dapat kita wujudkan.

Oleh karena, itu sebagai masyarakat serta pemerintah Bangka Belitung yang peduli terhadap kondisi lingkungan maka perlu adanya rasa peduli dalam mengatasi permasalahan yang ada. Salah satunya dengan memperbaiki perilaku kehidupan sehari-hari terhadap lingkungan dengan terus menjaga kondisi lingkungan, agar tidak tercemar dan tidak membuat lingkungan menjadi rusak. Dengan demikian, harapan untuk menuju Bangka Belitung  bebas malaria dapat segera terwujud.(**)

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com