• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Cerita Mahasiswa Babel di Taiwan Puasa 14 Jam

Jumat, 18 Mei 2018 | 16:15 WIB
Modi, mahasiswa Hsing Wu University di Negara Taiwan. Foto : Ist

Klikbabel.com, Taiwan - Bulan Ramadan sangat dinanti-nantikan umat muslim di seluruh dunia. Berbagai persiapan dilakukan agar puasanya berkah. Modi Pratama, seorang mahasiswa asal Bangka Belitung (Babel) yang tengah menuntut ilmu di Hsing Wu University di Negara Taiwan, membagikan pengalamannya berpuasa di tengah suhu panas dan waktu panjang 14 jam.

Modi menceritakan, dirinya melakukan ibadah puasa selama 14 jam. Terlebih lagi, musim panas di Negara Taiwan yang terkadang kerap kali menimbulkan dehidrasi bagi orang yang sedang berpuasa. Namun,  hal itu tak menjadi penghalang bagi Modi untuk tetap khusyuk berpuasa. "Ya, disini siangnya lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Apalagi waktu malamnya sangat sebentar sekali. Isya jam 20.00 dan pukul 03.25 udah imsyak. Disini, jam 04.00 di Taiwan seperti jam 06.00 pagi di Indonesia," kata Modi saat dihubungi Klikbabel.com melalui WA, Jumat (18/5/2018).

Bagi Modi, ini kali pertama Ia menjalankan puasa di negara orang. Belum lagi, Modi mengisahkan, mayoritas masyarakat Taiwan didominasi oleh agama Budha, Kristen dan paling banyak ialah Atheis. "Disini kebanyakan mayoritas Atheis, Budha dan Kristen. Jadi, kalau untuk fasilitas sholat sangat susah sekali, dan kebanyakan orang disini banyak diam. Untuk toleransi saya rasa kurang karena kalau mau numpang shalat dengan teman-teman sering tidak diizinkan," jelas Modi.

Peraih beasiswa kerjasama Provinsi Babel dengan Taiwan ini pun mengisi waktu luang di luar kuliah dengan membaca Al-Qur'an, belajar bahasa Mandarin, olahraga dan ngobrol untuk belajar bahasa Taiwan dengan teman-teman sembari menunggu berbuka puasa. "Kalau sulit sih tidak, malahan enak puasa disini. Karena cuacanya tidak membuat mudah lapar dan haus. Hanya saja saya rasa untuk makan dan tempat shalat saja yang sulit. Terkadang saya hanya makan nugget dan sayur, itu saja saya masak sendiri," terang Pemuda asal Desa Tiram, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan itu.



Penulis  : Yodea
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com