Klikbabel.com


Defisit Transaksi Berjalan Turun Triwulan I-2018

Sabtu, 12 Mei 2018 | 12:34 WIB
Bank Indonesia. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan triwulan I-2018 mengalami penurunan. Defisit transaksi berjalan tercatat USD 5,5 miliar (2,1 persen PDB) pada triwulan I-2018, lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD 6 miliar (2,3 persen PDB).

Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, penurunan transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder. Penurunan defisit neraca jasa terutama dipengaruhi kenaikan surplus jasa perjalanan (travel) seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan menurunnya impor jasa pengangkutan (freight).

"Peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder sejalan dengan naiknya penerimaan remitansi dari pekerja migran Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/5).

Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas menurun terutama dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas. Impor nonmigas juga menurun meski lebih terbatas, dengan impor barang modal dan bahan baku masih berada pada level yang tinggi sejalan dengan kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat.

Meski demikian, transaksi modal dan finansial triwulan I-2018 tetap mencatat surplus di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2018 tercatat USD 1,9 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung yang masih cukup tinggi. Hal ini mencerminkan tetap positifnya persepsi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Namun demikian, surplus transaksi modal dan finansial triwulan I-2018 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya. Penurunan surplus tidak terlepas dari dampak peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang kemudian mengakibatkan penyesuaian penempatan dana asing di pasar saham dan pasar surat utang pemerintah.

"Penurunan surplus juga dipengaruhi oleh komponen investasi lainnya yang tercatat defisit, terutama dipengaruhi naiknya penempatan simpanan sektor swasta pada bank di luar negeri," tuturnya.

Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2018 mencatat defisit seiring dengan menurunnya surplus transaksi modal dan finansial. Defisit NPI pada triwulan I-2018 tercatat USD 3,9 miliar. Dengan perkembangan NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2018 tercatat sebesar USD 126 miliar.

Jumlah cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi prospek NPI, antara lain peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global, kecenderungan penerapan inward-oriented trade policy di sejumlah negara, dan kenaikan harga minyak dunia," tuturnya.

"Bank Indonesia terus menempuh bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural, sehingga ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga," tandasnya.

 

 


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos.com