Klikbabel.com


Merapi Mulai Batuk

Jumat, 11 Mei 2018 | 09:54 WIB Dibaca sebanyak 62 kali
Gunung Merapi. Foto : net

Klikbabel.com, Sleman - Gunung Merapi mengalami letusan freatik (didominasi uap air) sekitar pukul 07.40 WIB. Hampir semua warga di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang berada di lereng gunung berbondong-bondong turun karena panik.

Camat Cangkringan, Mustadi mengatakan, kepanikan warga timbul setelah melihat asap yang membumbung tinggi dari pucuk Merapi. "Hampir semua turun karena panik. Tapi kami mau naik menenangkan warga," katanya, Jumat (11/5) pagi.

Dikatakannya, warganya ada yang memakai truk rombongan, kemudian Jeep yang biasa untuk penumpang wisata juga digunakan untuk bersama mencari tempat menjauh dari Merapi. Ia bersama rombongan menuju ke Balai Desa Kepuharjo yang lama. Mengumpulkan warganya yang masih tersisa untuk diberi penjelasan.

Sampai kini juga belum ada penjelasan dari pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api (BPPTKG) Yogyakarta terkait peristiwa itu. "Ini juga masih menunggu penjelasan dari BPPTKG," tuturnya. Sementara dari pihak BPPTK, masih belum ada respon saat mencoba dikonfirmasi. Dari pantauan, asap Merapi membumbung tinggi berwarna putih kehitaman.

Badiman, Ketua Paguyuban Masyarakat Kinahrejo mengatakan, beberapa warga masih berada di rumah. Namun memang membuat kepanikan masyarakat setempat. "Saya di rumah, ini hujan pasir cukup deras," ucapnya. Sementara itu BPBD Kabupaten Magelang menghimbau agar warga menjauh hingga 3 km dari puncak Merapi. 

Sementara itu BMKG Stasiun Klimatologi Mlati dalam siaran persnya menyebutkan, saat terjadi letusan freatik di Gunung Merapi, arah angin di ketinggian di atas 3000 meter berasal dari utara menuju selatan. Sedangkan bersarkan pantuan citra satelit cuaca RGB Himawari menunjukkan pergerakan sebaran debu vulkanik ke arah selatan - Barat daya. Ketinggian kolom erupsi mencapai 5500 meter.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos.com