Klikbabel.com


Pergerakan Obligasi Masih Dibayangi Pelemahan Rupiah

Selasa, 08 Mei 2018 | 10:57 WIB Dibaca sebanyak 66 kali
Ilustrasi. Foto : Net

Klikbabel.com, Jakarta - Kembali melemahnya nilai tukar mata uang rupiah menghalangi potensi kenaikan lanjutan rupiah terhadap USD yang diharapkan sebelumnya. Pergerakan obligasi pun diperkirakan akan kembali melemah seiring masih adanya pelemahan rupiah tersebut.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada juga mengatakan, di sisi lain, pergerakan imbal hasil obligasi AS pun kembali meningkat sehingga dapat mengurangi peluang pasar obligasi dalam negeri berbalik naik. “Diharapkan aksi jual dalam menanggapi pelemahan Rupiah tersebut berkurang untuk mencegah pasar obligasi turun lebih dalam,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/5).

Reza menjelaskan, meski terdapat rilis kenaikan penjualan ritel dan angka pertumbuhan ekonomi nasional Q1-18 yang bertumbuh 5,06 persen, lebih tinggi dari Q1-17 sebesar 5,01 persen namun, tidak cukup kuat menghalangi aksi jual. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 6,33 bps, tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,45 bps, dan panjang (8-30 tahun) naik 4,20 bps.

Laju pasar obligasi cenderung melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 95,82 persen memiliki imbal hasil 6,62 persen atau naik 0,09 bps dari sebelumnya di harga 96,20 persen memiliki imbal hasil 6,52 persen. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 99,09 persen memiliki imbal hasil 7,59 persen atau naik 0,10 bps dari sehari sebelumnya di harga 100,10 persen memiliki imbal hasil 7,49 persen. “Untuk itu, cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah,” tandasnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos.com