Klikbabel.com


Mengenal Thalasemia, Penyakit Kelainan Darah yang Sebabkan Anemia

Selasa, 08 Mei 2018 | 11:13 WIB
(Foto : net)

Klikbabel.com,Jakarta - Setiap tanggal 8 Mei selalu diperingati sebagai Hari Thalasemia Sedunia. Thalasemia adalah kelainan darah turunan yang membuat tubuh memiliki bentuk hemoglobin yang abnormal. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada sel darah merah yang berimbas ke anemia.

Thalasemia terjadi karena mutasi genetik atau penghapusan fragmen gen kunci tertentu. Terdapat tiga jenis thalasemia yaitu beta, alpha, dan minor. Dalam ketiga jenis itu terbagi lagi beberapa bagian yang mempengaruhi tingkat keparahan gejala.n Disadur dari okezone.com, Selasa (8/5/2018), secara umum gejala Thalasemia adalah deformitas tulang terutama di wajah, urine berwarna gelap, pertumbuhan dan perkembangan tertunda, kelelahan berlebihan, serta kulit kuning atau pucat.

Gejala-gejala ini bisa mulai muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja. Namun ada pula jenis Thalasemia yang tidak bergejala sehingga sulit dideteksi. Guna mendeteksi Thalasemia, tentunya diperlukan pemeriksaan yang melibatkan sampel darah dan fisik.

Setelah diketahui tipe atau jenis Thalasemi yang dialami oleh penderita, barulah perawatan bisa dilakukan. Sebab perawatan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit yang terlibat. Biasanya akan ada perawatan berupa pengobatan khusus.

Perawatan lainnya yang umum adalah transfusi darah, transplantasi sumsum tulang, obat-obatan dan suplemen, atau bahkan ada kemungkinan operasi untuk mengangkat limpa yang bermasalah. Selain itu, dokter mungkin menginstruksikan untuk tidak mengonsumsi vitamin atau suplemen yang mengandung zat besi sebab bisa menumpuk di jaringan yang berakibat fatal.

Sedangkan bagi mereka yang menerima transfusi darah, kemungkinan membutuhkan terapi chelation, yaitu suntikan bahan kimia yang mengikat dengan zat besi dan logam berat lainnya untuk membantu menghilangkan zat besi tambahan dari tubuh.

Ada baiknya pasien Thalasemia melakukan beberapa cara guna mengelola penyakit sehingga membantu mencegah komplikasi. Pasien bisa melakukan vaksin hepatitis, perawatan medis, serta diet rendah lemak dan olahraga. Pola makan nabati rendah lemak adalah pilihan terbaik. Sebelum berolahraga, ada baiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter bentuk latihan yang tepat.



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : okezone.com