Klikbabel.com


Libur Panjang Lebaran Tidak Ganggu Perekonomian

Selasa, 08 Mei 2018 | 11:53 WIB Dibaca sebanyak 116 kali
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Libur dan cuti bersama Lebaran 2018 sudah diputuskan 10 hari mulai dari 11 hingga 20 Juni. Pemerintah meyakini keputusan tersebut tidak akan membuat ekonomi stagnan selama libur panjang. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, banyak orang pasti mengira dibuatkan libur panjang akan membuat ekonomi macet. Justru sebaliknya, sisi ekonomi akan tetap berjalan meskipun tidak melalui sektor industri.

"Kalau libur kan, banyak yang pergi ke tempat liburan, itu bayar. Beli makanan macam-macam. Toko-toko, hotel pastikan buka, tidak mungkin libur Lebaran, toko, hotel libur juga. Itulah ekonominya," tuturnya, dalam diskusi Transportation Riview, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5/2018).  

Dia mengatakan, libur Lebaran ini hanya diberlakukan untuk Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan swasta, menjadi keputusan antara pekerja dan pengusaha apakah libur ini digunakan atau tidak, menyesuaikan kebutuhan perusahaannya. "Jadi yang tidak jalan itu hanya pegawai pemerintah 2,5 juta, Jadi efeknya sebenarnya sekitar itu. Karena pegawai hotel, pekerja kereta malah dia bekerja keras, pedang toko juga buka," tuturnya.

Dengan demikian, Wapres kembali meyakinkan, bahwa libur Lebaran ekonomi tetap tumbuh dan konsumsi menjelang hari raya pun tinggi. Jadi libur tidak ekonomi stagnan, justru meningkat cuma berbeda sektornya. Restoran makin banyak isinya dan lain-lainnya. Ekonomi bergerak justru banyak bidang di libur itu, di Bali makin ramai, di mana-mana," tandasnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com