• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Nek Investasi Saham? Ini Kata Ahli Keuangan

Kamis, 19 April 2018 | 08:13 WIB
Ilustrasi. Foto : net

    Klikbabel.com, Jakarta - Dalam 5 tahun terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 46 persen. Hal ini menjadikan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu pasar modal yang teratraktif di dunia. Tingginya potensi keuntungan itu membuat investasi saham sebagai salah satu yang menggiurkan.

    Perencana keuangan OneShildt Budi Raharjo mengatakan investasi saham cocok untuk investasi jangka panjang dan menjawab tantangan kebutuhan dana di masa depan yang lebih kompleks. Sedangkan, kemampuan menabung terbatas guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

    Namun, harus diakui, investasi saham membutuhkan edukasi lebih banyak agar masyarakat Indonesia menjadikan instrumen saham sebagai instrumen yang paling diminati. Oleh karena itu, langkah berbagai perusahaan, seperti PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) yang gencar melakukan edukasi ke publik melalui berbagai cara, seperti seminar, maupun melalui program Yuk Nabung Saham dan Galeri Investasi, sangat layak diapresiasi.

    Budi menjelaskan, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah profil risiko investor. Investasi saham lebih sesuai untuk kategori investor agresif yang berani mengambil risiko besar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

    Bahkan, ada juga trading saham, untuk mereka dengan profil risk taker. Kata Budi, untuk melakukan trading saham ada beberapa elemen penentu keberhasilan. Pertama adalah ilmu dasar trading saham. Karena melakukan trading membutuhkan teknik analisa yang lebih teliti.

    Kedua adalah pengalaman. Banyak trader pemula melakukan kesalahan yang berakibat kerugian dalam melakukan trading karena kurang menguasai maupun kurang mengenali profil diri dalam melakukan trading.

    "Begitu pula yang berikutnya terkait dengan tools. Penguasaan tools trading seperti aplikasi yang sesuai untuk analisa maupun informasi juga penting," kata Budi di Jakarta, Rabu (18/4). Tak kalah penting, money management yang disiplin. Agar risiko kegagalan lebih kecil sebaiknya memang trader mengikuti pelatihan dan memiliki mentor. Mencoba dengan modal kecil dari dana yang dapat ditanggung/diterima apabila terjadi risiko kerugian sebelum memasukkan uang yang lebih besar.

    Dalam melakukan money management hal yang sulit adalah untuk tetap kepada plan atau rencana. Terkadang saat naik, trader terdorong untuk terus mengambil keuntungan padahal target sudah terpenuhi.

    Kuncinya adalah edukasi dan pemahaman kepada trader pentingnya untuk tetap disiplin dengan rencana dan kapasitasnya agar apabila terjadi kegagalan tingkat kerugian dapat dibatasi dan tidak mengganggu keuangan dan dana yang sudah disiapkan untuk tujuan-tujuan lainnya secara keseluruhan.

    Dia menyarankan, sebaiknya tidak terlalu banyak membeli saham dari berbagai perusahaan untuk kemudahan monitor, dua atau tiga saham sudah cukup untuk memudahkan monitor dalam melakukan trading saham. Salah satu hal lain yang mempengaruhi peluang keberhasilan trading saham adalah menghindari pembuatan keputusan untuk membeli atau menjual secara emosional.

    Kata dia, trader pemula saham biasanya minim pengetahuan dan pengalaman. Atau bermodal hanya ikut-ikutan agar dapat memperoleh keuntungan lebih tinggi. Jadi pada akhirnya trader pemula terjebak membuat keputusan berdasarkan emosi.

    Nah, jika ingin berinvestasi saham, atau produk reksadana, Reliance Sekuritas dapat dijadikan pilihan. Selain memiliki rekam jejak bagus, dengan cabang tersebar di berbagai daerah, Reliance Sekuritas juga memiliki berbagai instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan masing-masing profil risiko investor.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos.com