• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Oknum KPP Pratama Bangka Peras Wajib Pajak di Warung Makan

Senin, 16 April 2018 | 10:37 WIB
Suasana konferensi pers oleh Polda Babel terkait pengungkapan dugaan pemerasan oknum KPP Pratama Bangka kepada wajib pajak. (Foto : Apriliansyah/Klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Bangka Belitung (Babel) melakukan konferensi pers terkait penangkapan salah satu oknum pegawai Pajak  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka, yang  diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan di ruang Vicon Mapolda Babel, Senin (16/4/2018).

Hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Bidang Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun'im, Wadirkrimsus Polda Babel AKBP Indra dan Kepala KPP Pratama Bangka Dwi  Haryadi. Wadirkrimsus Polda AKBP Indra mengatakan, penangkapan RA (31) pegawai Pajak KPP Pratama dilakukan di salah satu rumah makan di  Pangkalpinang tepatnya pada saat jam istirahat siang.

"Pada tanggal 9 April, kami Ditkrimsus Polda Babel berhasil melakukan penangkapan salah satu oknum pegawai pajak, di salah satu rumah makan pada saat jam istirahat siang, ujarnya.

Selanjutnya ia menambahkan, RA (31) diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada wajib pajak yang menjadi korban. Modus operandi pelaku, lanjut AKBP Indra, berusaha mengajak bertemu wajib pajak dengan meminta sejumlah uang untuk mengurus pajak korban.

"Yang bersangkutan sebagai petugas pengawas dan konsultasi informasi kewajiban pajak kemudian berupaya untuk bertemu dengan wajib pajak dan meminta sejumlah uang," ujar AKBP Indra.

Selanjutnya ia menambahkan, kasus ini bisa terungkap atas adanya laporan dari wajib pajak yang telah dilakukan tindak pemerasan oleh salah satu oknum pajak. "Kemudian WP tersebut melaporkan kepada kita dan kita lakukan kerja sama dalam pengungkapan ini, dan berhasil mengamankan barang bukti," imbuhnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang dengan total Rp50 juta, alat komunikasi handphone,  beberapa kartu kredit dan ATM serta kendaraan yang digunakan pelaku untuk bertemu korban. Selanjutnya kepolisian akan melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus ini. Apakah mungkin akan adanya tersangka baru dalam kasus pemerasan ini.

Pelaku terancam dijerat dengan Undang-undang No. 31 tahun 1999 pasal 12 diperkuat dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Loading...


Penulis  : Apriliansyah
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com