Klikbabel.com


Manajer Repsol Honda Minta Semua Mengerti

Selasa, 10 April 2018 | 12:45 WIB
Valentino Rossi dan Marc Marquez. Foto : net

    Klikbabel.com, Termas De Rio Hondo - Manajer Repsol Honda, Alberto Puig membela ridernya, Marc Marquez yang terlibat insiden senggolan dengan Valentino Rossi, dalam balapan MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo, Senin (9/4) kemarin. "Kami minta maaf untuk Valentino, tapi itu adalah insiden balapan dan saya harap dia bisa mengerti," tutur Puig seperti dikutip dari laman GPOne.

    Puig menjelaskan, semua insiden yang terjadi pada Marquez di MotoGP Argentina, berawal dari grid, sejak garis start. “Saya pikir itu adalah hari yang sangat rumit bagi Marc. Kami bahkan tidak mengerti apa yang terjadi di grid. Dengan 23 pembalap di belakangnya dengan mesin mereka, dia ingin mendapatkan dirinya ke posisi yang paling aman. Dia berpikir bahwa para marshal akan menyuruhnya untuk kembali ke posisi," kata Puig.

    "Marc melakukan apa yang dia pikirkan saat itu. sementara Race Direction harus memutuskan berdasarkan gambar yang dilihatnya di monitor, yang tidak mudah. Juga, aturan terkadang dapat ditafsirkan dari sudut pandang yang berbeda. Tidak ada yang (keputusan) tegas saat itu," imbuhnya. Episode berikutnya saat insiden dengan Aleix Espargaro. Puig percaya dengan penjelasan Marquez, bahwa dia datang dengan sangat cepat mendekati Espargaro.

    "Sementara dengan Valentino, Anda bisa dengan jelas melihat dari gambar yang melalui sudut itu ada deretan air di sepanjang garis lomba. Roda depan Marc terkunci dan dia harus keluar dari rem, dia punya ruang, tapi sayangnya dia menyentuh Valentino yang kemudian jatuh. Kami sangat prihatin atas apa yang terjadi tetapi itu adalah insiden balapan," ujarnya.

    Puig meminta semua pihak mengerti. Dalam situasi itu, semua memiliki pandangan masing-masing. "Kami percaya apa yang dikatakan Marquez. Kami yakin Valentino adalah pengendara yang sangat berpengalaman dan tahu bahwa hal-hal tertentu terjadi di balap terutama ketika ada kondisi trek yang sulit," tuturnya.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : JPNN.COM